SOLO (Panjimas.com) – Baitul Mal FKAM (Forum Komunikasi Antar Masjid) sebagai badan amil zakat yang menghimpun donasi zakat, Infaq, sedekah dalam manajemennya membutuhkan sistem informasi yang familier, mudah dimengerti dan cepat dalam mengolah data.

Untuk itu, Masjida Organizer menggelar workshop “Optimalisasi Sistem Informasi Managemen Ziswaf” di ruang Arum Dalu, Riyadi Palace Hotel, Solo. Rosyid Acmadi, CEO Masjida Organizer mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan keseragaman manajemen pengelolaan zakat, Infaq dan sedekah.

“Tujuan kami untuk meningkatkan kapasitas dan kapabelitas Kepala Cabang dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Mal FKAM. Untuk itulah kami menggelar kegiatan ini,” katanya, Sabtu (8/7/2017).

Acara yang dihadiri sekitar 35 peserta ini terdiri dari Kepala Cabang, Staf Administrasi dan Staf Pusat. Muhammad Anshory, Direktur  Baitul Mal FKAM mengungkapkan saling tidak manajemen Ziswaf harus memiliki dua fungsi. Yakni fungsi pengumpulan data dan mengelola data.

“Fungsi pengumpulan data meliputi data internal dan ekternal. Ini secara periodik harus sesuai seperti data donatur, jumlah pemasukan donasi, amil. Sedang kedua adalah pemrosesan data, data masuk akan menjadi informasi yang bermanfaat bagi manajemen,” ucapnya.

Dengan pelatihan tersebut, para peserta mampu mengoptimalkan fungsi monev kinerja dan produktivitas amil maupun kantor cabang. Bagi lembaga FKAM mampu mengambil keputusan dengan cepat. [SY]