SOLO, (Panjimas.com) – Dalam rangkaian acara Reuni dan Musyawarah Cabang yang bertemakan “Pulanglah untuk Cinta”, FLP (Forum Lingkar Pena) Solo bekerja sama dengan beberapa lembaga menggelar sebuah acara bedah buku spesial dengan tajuk “Ada Apa di Balik Jeruji Bui & Pesantren?”

Bertempat di Ruang Seminar NHIC (Nurul Huda Islamic Center) Universitas Sebelas Maret Surakarta, acara bedah buku ini mengundang dua penulis sebagai pembicara: Aisyah Badres (16) dan Ranu Muda Adi Nugroho (37).

Bertindak sebagai pembicara pertama, Aisyah Badres membuka acara bedah buku tersebut dengan membahas buku karangannya yang berjudul ‘Catatan Harian Anak Pesantren’. Dalam bedah buku tersebut, Mahasiswi yang sudah menginjak semester delapan di STIM (Sekolah Tinggi Al-Mukmin) Sukoharjo ini mengajak semua peserta untuk bisa mengenal lebih dekat lika liku kehidupan anak pesantren dan membeberkan hikmah apa saja yang bisa diambil dari kisah-kisah tersebut.

Sementara itu, Ranu Muda mengisi sesi kedua acara bedah buku tersebut dengan memaparkan kisah perjuangannya di dunia jurnalistik yang dia tuangkan dalam buku yang berjudul ‘Salam Jari dari Bui’. Ayah dari dua anak ini menceritakan kisah-kisah tentang bagaimana perjuangannya dulu meliput tempat-tempat maksiat di Kota Solo, hingga akhirnya dikriminalisasi dan kemudian dijebloskan ke bui. Tak mau kalah dengan dinginnya jeruji besi, Pria yang akrab dipanggil Ranu ini menulis bukunya tersebut dengan tujuan agar dapat menginspirasi masyarakat, terutama jurnalis, agar tidak takut menyampaikan kebenaran.

Diakhir acara kedua pembicara, baik Aisyah Badres maupun Ranu Muda memiliki visi bahwa yang dilakukan itu adalah amar ma’ruf nahi munkar. Aisyah dengan tipenya yang berdakwah lewat tulisan, sedangkan Ranu berdakwah dan memperjuangan kebenaran melalui pekerjaannya sebagai jurnalis muslim. Dari dua hal yang diungkapkan kedua pembicara, memang saling mempunyai visi yang sama dengan cara yang bisa dikatakan agak berbeda.

Sedangkan di acara Musyawarah Cabang FLP Solo terpilih sebagai ketua Muhammad Zein Maulana. Mahasiswa semester akhir program studi Pendidikan Agama Islam IAIN Surakarta ini resmi memimpin FLP Cabang Solo Raya periode 2018-2020. Dia menggantikan Opik Oman yang menjadi ketua FLP Solo  periode sebelumnya. [RN]