JAKARTA, (Panjimas.com) — Madrasah Antikorupsi Pemuda Muhammadiyah akan menggelar Diskusi seri ke-23 bersama para awak media, esok Selasa (17/07/2018).

Diskusi serike-23 kali ini akan mengangkat tajuk, “Mencari Capres Antikorupsi”. Tema ini penting karena Pemuda Muhammadiyah menilai minimnya perlindungan dan komitmen para politisi serta Presiden untuk mengawal penuntasan teror-teror terhadap para pejuang antikorupsi, misalnya pada kasus penyiraman Air Keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan dan teror terhadap penyidik KPK lainnya, tidak satu pun terungkap.

Teror demi teror diterima ketika para pejuang antikorupsi tersebut menangani kasus korupsi besar yang diduga melibatkan banyak bandit politik yang memiliki pengaruh pada kekuasaan. “Sesungguhnya Adakah komitmen lawan korupsi disetiap diri para Capres yang akan maju nanti?”, demikian menurut Direktur Madrasah Antikorupsi Pemuda Muhammadiyah Virgo S Gohardi, dalam pesannya kepada panjimas.

“Hiruk pikuk kontestasi Capres jelang Pilpres 2019 sudah terasa. Sedikit sekali dari para Capres yang muncul mengedepankan keunggulan program dan komitmen”, jelasnya.

“Perdebatan Publik pada isu bungkus Identitas keagaman, keshalehan dan penampilan lebih mengemuka dibandingkan komitmen substansi yang menjadi masalah utama negeri ini, yakni pemberantasan korupsi” pungkasnya.

Berangkat dari pertimbangan tersebut pihaknya menilai penting membahasa mengenai “Capres Antikorupsi”.

Pada kesempatan Diskusi Madrasah Antikorupsi Pemuda Muhammadiyah Seri ke-23 kali ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Pendiri Madrasah Antikorupsi, Dahnil Anzar Simanjuntak akan turut menjadi pemantik.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga akan menghadirkan Penyidik Senior KPK RI Novel Baswedan serta Direktur Lokataru Haris Azhar.

Diskusi seri ke-23 ini akan dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Juli 2018 Pukul 13.00 WIB, bertempat di Auditorium KH Ahmad Dahlan Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng 62 Jakarta Pusat.[IZ]