Ummi Intan: Istri Mujahid Asir Dioperasi Batu Empedu, Butuh Biaya 25 Juta. Ayo Bantu..!!!

SOLO, Infaq Dakwah Center (IDC) – Sungguh berat ujian yang dihadapi Ummi Intan Puspita Sari. Hidup sebagai tulang punggung keluarga, ibu tiga anak ini harus harus menjalani operasi mengeluarkan batu empedu dengan biaya sekitar 25 juta rupiah. Sang suami tidak bisa mendampingi proses operasi karena sedang menjalani vonis penjara karena amaliah jihadnya bersama kafilah mujahidin Aceh tahun 2010 silam.

Mulanya, Ahad pagi (2/10/2016), Ummi Intan merasakan sakit mual di perutnya yang tak kunjung sembuh. Ia tak begitu mengkhawatirkan, karena mengira hanya sakit maag biasa. Ia pun ikhtiar berobat ke klinik terdekat di kawasan Semanggi Solo. Namun bukan kesembuhan yang di dapat, justru malam harinya ia rasa sakitnya makin hebat tak tertahankan. Malam itu pula, ia dilarikan adiknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.

Setelah dilakukan USG, ternyata sakit Ummi Intan yang hebat itu disebabkan adanya batu empedu yang sudah terlalu banyak. Satu-satunya pengobatan adalah dilakukan pengambilan batu empedu dengan biaya sekitar 25 juta rupiah.

Saat dikunjungi Relawan IDC, Rabu (5/10/2016), Ummi Intan masih terbaring lemah di bangsal rumah sakit, ditemani ibu mertua dan kedua anaknya. Bu Pandu, sang mertua yang setiap hari menunggu Ummi Intan di rumah sakit, menuturkan bahwa biaya operasi itu sekitar 25 juta rupiah. Ia sangat kasihan dan bangga kepada menantunya itu.

…untuk memenuhi biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari, Ummi Intan berjualan roti hasil olahannya sendiri…

MUJAHIDAH MANDIRI, SABAR DAN TAK KENAL MENGELUH

Selama tujuh tahun ditinggal sang suami menjalani vonis penjara di Kedungpane Semarang, Ummi Intan tinggal di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon Solo. Tak mau hanya bergantung kepada bantuan keluarga, untuk membiayai sekolah dan kebutuhan sehari-hari, Ummi Intan berjualan roti hasil olahannya sendiri.

Ia menjadi tulang punggung keluarga yang terdiri dari tiga anak, antara lain: Nafisa (kelas 1 SMP), Asma (kelas 2 SD) dan Arsalam (belum sekolah).

Menurut Bu Pandu, sang mertua, Ummi Intan adalah menantu yang hebat, shalihah, sabar dan tak pernah mengeluh.

“Saya kasihan sama menantu saya ini. Selama ini saya belum tak pernah mendengar ia mengeluh meski lama ditinggal suami. Ia gak pernah ngeluh Mas. Setiap hari nganter anak sekolah sendiri,” ujarnya. “Kalau sakit atau gak punya uang itu juga ngak pernah ngomong. Suatu kali ada tamu pas saya dirumahnya. Saya bilang, mbok ya dibelikan roti apa gitu, eee dia baru ngomong kalau sudah dua hari gak punya uang. Masya Allah!!”

SOLIDARITAS KELUARGA MUJAHID

Seiring dengan uzurnya sang suami di penjara, program Solidaritas Keluarga Mujahid sangat mengharapkan partisipasi kaum muslimin. Dengan membantu keluarga mujahid yang tertimpa musibah, insya Allah berpahala jihad, mendatangkan barokah, pertolongan dan kemudahan di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” (HR Muslim).

Berapapun infaq yang disalurkan untuk membantu keluarga mujahidin, akan memiliki keutamaan dan pahala jihad fisabilillah:

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa menyiapkan bekal orang yang berperang di jalan Allah, maka ia telah berperang. Dan barangsiapa menjaga dengan baik keluarga orang yang berperang, maka ia telah berperang” (Muttafaq ‘Alaih dari Zaid bin Khalid RA).
Donasi untuk membantu operasi Ummi Intan bisa disalurkan melalui program Solidaritas Keluarga Mujahidin ke Rekening IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  7. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 6.000 (enam ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.006.000,- Rp 506.000,- Rp 206.000,- Rp 106.000,- 56.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: infaqdakwahcenter.com.
  • Bila biaya operasi sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Info: 08567.700020 – 08999.704050
  • PIN BB: 2AF8061E; BBM CHANNEL: C001F2BF0.

BERITA TERKAIT: