PONOROGO (Panjimas.com) – Infaq Dakwah Center (IDC) dan Emergency and Crisis Response (ECR) bersama Lembaga Manajemen Infaq (LMI) terlibat langsung peduli korban longsor di desa Banaran, Tulung, Ponorogo.

Mereka mendirikan Posko di rumah Katimun, warga Banaran, berjarak 3 kilometer dari titik lokasi longsor. Tak luput, laskar Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) juga menjadi satu posko dengan LMI.

Susanto, kepala Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) LMI, mengatakan sudah sejak hari pertama terjadi longsor LMI segera merespon aksi tanggap bencana tersebut. Menurutnya proses evakuasi korban longsor baru menemukan 3 mayat dari 28 korban yang dinyatakan hilang.

“Untuk hari ini kita tetap pencarian korban dan mengikutsertakan masyarakat terutama keluarga korban dalam pencarian. Sudah dua hari ini ada informasi dari keluarga korban mendapat mimpi jika lokasi di tempat ini begitu,” ujarnya, Sabtu (8/4/2017).

Lebih lanjut, Susanto menjelaskan lokasi longsor dibagi menjadi 4 sektor pencarian yakni A, B, C, dan D. Ketiga korban yang ditemukan semua berada di sektor C. Sedang tim yang di koordinasi LMI mendapatkan area pencarian di sektor A.

“Semoga tidak hujan nanti, dari yang ditemukan atas nama buKatemi, itu dalam posisi terjepit dirumahnya yang tertimbun, kemudian Iwan yang masih tidur dikamarnya dan yang terakhir Jadi. Itu semua ada di sektor C. Beberapa hari kemarin di sektor A, karena kami amanah di sektor A dengan kedalaman timbunan tanah 20 meter itu membuat kesulitan pencarian,” katanya.

Sementara itu, Relawan IDC yang ikut serta menyaksikan pencarian korban merasa kaget dengan kondisi desa Banaran yang berdampak longsor. Hasil pantauannya, meski didatangkan alat berat, sampai hari ke tujuh pencarian masih belum dapat menemukan korban tambahan.

Relawan IDC berharap umat Islam yang dilonggarkan rezekinya bisa membantu menyalurkan dana dan bantuan bagi korban longsor Ponorogo. Untuk saat ini dari korban yang selamat membutuhkan tempat tinggal sementara, karena rumah mereka hilang disapu tanah longsor.

Longsor Ponorogo terjadi Sabtu pagi (1/4/2017), memakan korban jiwa yakni Purnomo, Misri, Bibit, Aldan, Marjono, Poniran, Mujira, Suyati, Yanti, Kateno dan Prapti.

Kemudian, Suyono, Sunardi, Purwanto, Katemun, Tolu, Suroso dan Mbah Cikrak, Situn, Menik, Muklas, Pita Sari, Siam, Lit dan Anak Misni. Selanjutnya korban yang sudah ditemukan yakni Katemi, Iwan dan Jadi. (SY)