SOLO, (Panjimas.com) – Mantan Supir Ulama kharismatik, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Srijadi mendapat kunjungan Infaq Dakwah Center (IDC) Solo Raya dan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) di hari yang penuh barokah ini, Jumat (6/4/2018).

Sebelumnya, anggota LUIS, menghubungi IDC Solo Raya untuk mengantarkan ke rumah Srijadi yang sedang sakit stroke dengan Mobil Layanan Umat IDC. Tepat pukul 8:30 WIB, Relawan IDC bersama tiga anggota LUIS segera meluncur ke Perumahan Jl. Mangga 2 A75, Klodran Indah, Colomadu, Karanganyar.

Sesampai di rumah Musrini (62), kebetulan mantan Supir pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki ini sedang menjalani terapi gerak. Sambil menunggu selesainya terapi, rombongan IDC Solo Raya dan LUIS dipersilahkan duduk, oleh Musrini, kakak Srijadi.

“O ada tamu, mas Sedyo dari IDC. Silahkan duduk dulu, pak Sri baru terapi,” ucap Musrini dari balik pintu.

Setelah selesai terapi, Srijadi menemui rombongan IDC Solo Raya dan LUIS yang sudah menunggu di teras rumah. Langkah kaki Srijadi masih belum maksimal, untuk maju selangkah saja sang terapis harus mendorong kaki. Ia pun berusaha menjaga keseimbangan, padahal sudah dibantu dengan kruk berkaki empat.

“Kami dari LUIS menyampaikan amanah memberikan santunan biar bisa dipakai untuk berobat. Kalau mau kita juga punya ahli bekam yang specialis stroke. Yang penting kita cari kesembuhan jenengan,” ujar Sarwanto perwakilan LUIS.

Santunan yang diberikan LUIS diterima langsung oleh Srijadi sendiri agar digunakan untuk pengobatan stroke yang sudah mengalami serangan ke dua. Kondisi Srijadi masih memprihatinkan, pembuangan kencing harus dipasang kateter urin untuk menampung sementara. Sebab jika tidak dipasang kateter, Musrini mengaku kewalahan saat harus mengganti baju celana yang terkena najis.

“Ini pandangan saya juga agak kabur, tapi insyaAllah saya yakin bisa sembuh. Mohon doanya kepada saudara muslim saya,” kata Srijadi sambil terus tersenyum dihadapan anggota LUIS dan IDC Solo Raya.

IDC Solo Raya masih terus mengajak kepada para donatur untuk bersedekah kepada mantan Supir Ulama kharismatik ini. Dulu Srijadi paling depan meluangkan waktunya jika diminta mengantar Ustadz Ba’asyir berdakwah baik didalam kota maupun luar kota. Dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan jasa, ia bawa dengan mobil Ulama yang saat ini masih dipenjara itu.

Penderitaan Sriyadi yang pernah menjadi supir Ustadz Ba’asyir, juga menjadi beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh.

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…”(HR Muslim).