SOLO, (Panjimas.com) – Mobil Layanan Umat Infaq Dakwah Center (IDC) Solo Raya melayani Ustadz dan Ustadzah atau Guru Sekolah Tahfhz Tingkat Dasar (STTD) Al Hikam, Solo untuk belajar program dan kurikulum ke sekolah lain di Kalioso, Karanganyar, Senin (16/4/2018).

Program yang biasa disebut studi banding ini dimaksudkan untuk mempelajari cara mengajar siswa penghafal Quran dengan kurikulum dan sistem belajar yang berbeda yang diterapkan masing-masing sekolah. Keala Sekolah STTD Al Hikam, Ustadz Syaerozi mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk menunjukkan guru STTD Al Hikam lebih mempunyai wawasan dalam mengajar dihadapan calon para penghafal Quran.

Mulai pukul 8:30 WIB, rombongan guru STTD Al Hikam telah berkumpul di sekitar Tipes, Laweyan, Solo. Sebanyak 8 orang termasuk dari Yayasan Salamah ikut mendampingi guru STTD Al Hikam.

Sekitar 30 menit perjalanan, mobil Layanan umat IDC sampai ditujuan Sekolah Dasar Cahaya Nusantara, Gondang Rejo, Karanganyar. Perjalanan kedua, rombongan guru STTD Al Hikam menuju Kuttab Al Husnayain yang ditempuh sekitar 15 menit. Ustadz Ahmad Dudi, perwakilan Yayasan Salamah menjelaskan hasil pertemuan dengan dua sekolah tersebut yang menarik sama-sama memiliki kurikulum yang tidak berbeda.

“Kuttab Al Husnayain ini sudah dari awal 18 guru hafihz Qur’an semua. Kalau cara mengajar disini hampir sama dengan sekolah kita. Yang menarik disini, ketika masuk calon santrinya sudah dipetakan antara yang sudah bisa baca Al Quran dan yang belum,” ucapnya pada Relawan IDC Solo Raya.

Sementara itu, Ustadz Syaerozi sejak awal dalam mendirikan sekolah Al Hikam bermaksud membumikan Al Quran. Ia mengaku terbantu dengan keberadaan Mobil Layanan Umat IDC Solo Raya sebab pihaknya belum memiliki armada untuk operasional sekolah.

“Kita punya sekolah yang memiliki visi misi membumikan Al Qur’an. Ini silaturrahmi kita yang bertujuan jika nanti minat umat menyekolahkan anak di STTD Al Hikam punya kita, ternyata quota terbatas bisa kita arahkan ke sekolah-sekolah tersebut. Kalau kurikulum hampir sama,” tutur Ustadz Syaerozi.

“Jazakumullah Khoiron kepada IDC Solo Raya yang telah membantu kami,” pungkasnya.