Siang yang terik di lapangan rakyat di Desa Ogoansam tiba -tiba menjadi teduh dengan terdengarnya kalimat syahadat dari muallaf, Awan dilangit pun membentuk kalimat Allah seolah-olah ikut hanyut dalam suka cita bertambahnya saudara seiman.

PARIGI MOUNTONG, Infaq Dakwah Center (IDC) – Di akhir acara tabligh akbar selepas tausiyah dari kristolog ustd Insan LS Mokoginta peraih muallaf award ini menanyakan kepada panitia dan peserta yang hadir apakah ada diantara yang hadir di sini ingin masuk islam.

Panitiapun langsung memberitahu Ustd Insan bahwa ada beberapa orang dari pedalaman gunung Ogoansam yang datang ke acara ini ingin masuk islam, tidak lama kemudian muncul dari tengah ribuan lautan masa beberapa orang dusun maju ke depan panggung utama, hingga total orang yang maju berjumlah 11 orang terdiri dari 8 laki-laki dan 3 perempuan. Ketika Ustd Insan bertanya ke sebelas orang yang ingin memeluk islam ini tampak raut wajah kebingungan, dikarenakan keterbatasan mereka dalam memahami bahasa indonesia.

“Para hadirin ini adalah orang-orang gunung yang ingin memeluk islam, mereka ini untuk sampai kesini harus berjalan kaki puluhan kilo dengan berjalan kaki dikarenakan sulitnya akses jalan kesanan, tapi itu tidak menghalangi mereka untuk datang kesini dan mohon maaf pak ustd ini orang tidak bisa bahasa indonesia jadi nanti kita bantu terjemahkan.” Ujar ustd. Radjab S.Ag ketua KUA Kecamatan Palasan.

Ustad Insan langsung yang menuntun para muallaf ini untuk mengucapkan dua kalimat syahadah.

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah. Waasyhadu anna muhammadar Rasuulullah Aku bersaksia tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah,” demikian ucapan dari Ustadz Insan yang ditirukan 11 muallaf di panggung Tabligh Akbar, Sabtu siang (21/7).

Suara takbir bun menggema di acara tabligh akbar, tanda kebahagian jamaah atas bertambahnya saudara seiman dan awan dilangit pun membentuk kalimat Allah seolah-olah ikut hanyut dalam suka cita bertambahnya saudara seiman.

Selesai acara kafilah dakwah muallaf IDC melanjutkan safari dakwahnya sekitar 500 meter dari lokasi tabligh akbar tepatnya di Masjid Al-Muhajirin di sana sudah menungggu 350 muallaf, kegiatan kali ini Kafilah Dakwah Muallaf IDC bersama Ustd Insan Mokoginta akan membagikan paket bantuan berupa Al-Quran, baju koko, sarung, jilbab,mukena dan santunan tunai untuk para muallaf.

Di Masjid Al-Muhajirin kami Kafilah Dakwah mendapat kabar gembira dari panitia bahwa  sudah ada 6 orang terdiri 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang ingin mengucapkan keislamannya dengan dibimbing ustd Insan Mokoginta.

Sore itu semua ke 17 muallaf  yang baru bersyahadat  oleh Kafilah Dakwah Muallaf IDC dan Ustd Insan Mokoginta memberikan bingkisan berupa Alquran  baju koko, sarung, mukena, kerudung dan taklupa pada kesempatan ini IDC memberikan santunan tunai kepada 17 muallaf.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada IDC dan Yayasan Dakwah Muallaf “ ucap terbata-bata para muallaf sambil di bantu bicara oleh Ustad insan Mokoginta.

PEDULI KASIH MUALLAF

Sebagai muallaf yang baru masuk Islam sangat membutuhkan bimbingan dan bantuan kaum Muslimin untuk memperbaiki nasib dan mempertahankan iman mereka.

Beban berat yang harus dipikul muallaf adalah beban kita semua, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

IDC melalui program Peduli Kasih Muallaf melakukan pembinaan dan bantuan langsung untuk membantun para muallaf ini untuk mandiri dan mempertahankan keislamannya.

Semoga dengan membantu meringankan beban muallaf ini, Allah menjadikan kita sebagai pribadi beruntung yang berhak mendapat kemudahan dan pertolongan Allah Ta’ala.

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” (HR Muslim).

Infaq untuk membantu para muallah melalui program Peduli Kasih Muallaf bisa disalurkan melalui:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqDakwahCenter.com.
  • Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Info: 08122.700020.