BEKASI, (Panjimas.com) — Innaalillahi wa Innaa Ilaihi Rooji’un, ananda Umar Ali Saad meninggal dunia usia bertarung melawan penyakitnya di Rumah Sakit (RS) Sulianti Saroso, Tj Priuk, Jakarta Utara.

Ali -sapaan akrabnya- putera ke 5 (lima) pasangan Bp. Nurhuda, S.Si dan Ibu Intan Kusuma Dewi yang masih dijenjang kelas 6 Sekolah Dasar (SD) hafal 2,5 juz Al Quran itu melewati masa masa kritis pekan terakhir ini, semasa dirawat ia harus menghabiskan berkantong-kantong darah B+.

Sebelumnya, ia sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi pada Ahad malam lalu (5/8) oleh orang tuanya, namun dengan kondisi penyakit khusus yang diderita ia pun dirujuk ke RS kawasan Tanjung Priuk Jakut.

Berikut pesan duka yang diterima relawan IDC, “Innalillahi wa innalillahi roji’uun. Telah meninggal dunia dengan tenang, putra kami Umar Ali Sa’ad pukul : 06:30 Di RS Sulianti Saroso. Mohon maaf atas segala kesalahannya. Semoga ia menjadi tabungan kami di Akhirat,” tulis bu Intan Kusuma Dewi lewat pesan Whatsaap yang disharenya.

Ali meninggal dunia di hari istimewa sayyidul ayyam jum’at mubarokah

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ لَهُ ثَلاَثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ كَانَ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ ، أَوْ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Siapa yang ditinggal mati tiga anaknya yang belum baligh, maka anak itu akan menjadi hijab (tameng) baginya dari neraka, atau dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari – bab 91)

Segenap relawan IDC turut berduka cita atas wafatnya ananda Umar Ali Saad, sosok anak sholeh dan periang di mata keluarganya itu sudah tiada pulang kepangkuan Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa tegar dan sabar, sesungguhnya kita semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّار. [IDC]