Ibnu Hajar al ‘Asqalani ra, Ulama Penyusun Lebih dari 270 Kitab

(Panjimas.com) – Kita mengenal al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqalani dengan karya masterpiecenya, Fathul Bari, yang merupakan syarah Kitab Shahih Bukhari, yang oleh ulama disepakati sebagai kitab syarah Shahih Bukhari yang paling detail di dunia. Di samping karya tersebut, sang ahli hadits berhasil menyusun karya tulis lebih dari 270 kitab.

Ibnu Hajar al-‘Asqalani ra seorang imam kaum Muslim yang hidup pada 773 – 852 Hijriah atau 1372 – 1449 Masehi. Lahir di bulan Sya’ban 773 Hijriah atau Februari 1372 Masehi di Mesir. Ia masyhur sebagai ulama hadits bermazhab Syafi’i. Nama lengkapnya adalah Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar ra. Nama Ibnu Hajar al-‘Asqalani ra menjadi lekat padanya oleh karena kemasyhuran nenek moyang yang berasal dari Ashkelon, Palestina.

Semangat menimba ilmu yang ia miliki sangatlah besar. Ibnu Hajar ra tidak mencukupkan diri hanya belajar di negerinya sendiri, Mesir. Ia melakukan rihlah (perjalanan) panjang ke banyak negeri demi memerluas dan mendalami ilmu. Negeri-negeri yang pernah disinggahinya antara lain Makkah dan Madinah (al-Haramain). Ia tinggal di Makkah al Mukarramah dan shalat Tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785 H, atau saat berumur 12 tahun. Di negeri kelahiran Nabi saw ini ia memelajari Shahih Bukhari dari al-Muhaddits ‘Afifuddin an-Naisaburi al-Makki ra.

Negeri lain yang pernah ia singgahi yakni Damaskus, Di sana Ibnu Hajar ra berjumpa dengan para murid Ibnu ‘Asakir ra, seorang ulama sejarah dari Syam. Ia menimba ilmu dari Ibnu Mulaqqin dan al-Bulqini di sana.

Lalu di Baitul Maqdis dan kota-kota lain di Palestina, seperti Nablus, Khalil, Ramlah dan Ghuzzah, Ibnu Hajar ra menimba ilmu dari para ulama setempat. Shan’a dan beberapa kota lain di Yaman juga tak luput dari pijakan kakinya.

Seluruh perjalanan panjang itu ditempuh oleh al-Hafizh ra demi mendalami ilmu. Ia ingin memerolehnya secara langsung dari ulama-ulama besar.

Hasil pendalaman ilmu-ilmu itu pun ditulisnya. Al-Hafizh Ibnu Hajar ra mulai menyusun kitab pada usia 23 tahun, dan terus berlanjut hingga mendekati ajal. Karya-karyanya tersebar luas ke berbagai wilayah kaum Muslim. Bahkan para raja dan amir biasa saling memberikan hadiah berupa kitab-kitab karya ulama hadits ini.

Menurut murid utamanya, Imam as-Sakhawi ra, karya al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqalani mencapai lebih dari 270 kitab. Kebanyakan berisi pembahasan tentang hadits secara riwayat dan dirayat. Beberapa di antara karya-karya agung itu adalah Fathul Bari, ad-Durar al-Kaminah, Tahdzib at-Tahdzib, al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Bulughul Maram, al-Isti’dad Liyaumil Mii’aad, Nukhbatul Fikr, dll.

Imam al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqalani ra wafat pada 28 Dzulhijjah 852 Hijriah atau 2 Februari 1449 Masehi di Negeri Mesir, dan dimakamkan di Qarafah ash-Shugra. [IB]