SUKOHARJO, (Panjimas.com) – Sawyer Martin French, seorang muslim asal Amerika mengatakan bahwa demam Islamophobia di negara asalnya karena ketidaktahuan masyarakatnya tentang Islam.

Usai seminar Internasional di Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM), Ngruki, Grogol, Sukoharjo, Martin menjelaskan pada Panjimas dengan bahasa Indonesia yang fasih, bahwa perkembangan umat Islam di Amerika benar-benar meningkat pesat.

“Banyak orang itu disana takut dengan Islam karena dua alasan yaitu ketidaktahuan. Kemudian karena mereka hanya tahu muslim itu dari berita saja, seperti muslim pelaku bom WTC,” kata mualaf yang baru 2 tahun itu, Ahad (26/11/2017).

“Orang muslim di sana itu banyak tinggal di kota, jarang ada di pedesaan. Kalau kita mencari orang yang takut dengan Islam, kebanyakan mereka orang pedesaan karena jauh dari muslim,” imbuhnya.

Martin mendapat hidayah Islam karena pernah berada dilingkungan Islam seperti di Aceh, Mesir, dan beberapa negara muslim. Islamophobia, kata dia justru digunakan oleh kepentingan politik saat mendekati pemilihan pemimpin di Amerika.

“Islam di sana sudah menjadi minoritas yang besar. Hampir sekitar 3 juta orang dan itu campur dari imigran,” ucapnya.

Yang paling menjadi alasan dia memeluk agama Islam saat ini karena melihat keteladanan ajaran Islam.

“Alhamdulillah keluarga saya baik-baik saja. Beda dengan yang dijelaskan tadi di Ukraina di sana keluarga sangat ketat masalah agama,” pungkasnya. [SY]