(Panjimas.com) – Al-Hafizh As-Sakhawi berkata dalam Adh-Dha’ul Lami’ fi ‘yanil Qarnit Tasi’ VI : 105, tentang biografi Imam Al-Hafizh Umar bin Ali bin Ahmad Al-Wadiasyi, yang terkenal dengan Ibnul Mulaqqin. Lahir di kairo tahun 723 H dan wafat di kairo pula tahun 804 H, Semoga Allah merahmatinya. Kitab-kitabnya mencapai kurang lebih 300 kitab. As-Sakhawi menuturkan, “Syaikh kami yakni Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, ‘Ibnul Mulaqqin mempunyai kitab-kitab yang terhitung jumlahnya. Kemudian kitab-kitabnya terbakar bersama mayoritas catatan-catatannya di akhir hidupnya. Sehingga, kebanyakan kitab kitab itu pun sirna. Setelah peristiwa itu, ia menjadi gila. Maka, ia di kurung oleh anaknya sampai wafat.”

Syaikh kami Al-Hafizh Ibnu Hajar juga berkata dalam kitabnya Al-Mu’jam, “Sebelum kitab-kitab Ibnul Mulaqqin terbakar, akalnya sehat wal afiat. Dan, tatkala kitab-kitabnya terbakar, syaikh kami menyapanya melalui bait-bait syair berikut :

Jangan gelisah wahai sirajuddin, jika lidah api menjilat kitab-kitabmu. Kamu telah mengorbankannya untuk Allah, maka ia di terima, dan api begitu cepat melahap kurbanmu.

Seorang hafizh yang cermat, ahli hadist Halb, cucu dari Ibnul Ajami, berkata dalam kitabnya Al-ightibath bi Ma’rifah Man Rumiya bil ikhtilath, hal. 19,” Umar bin Ali bin Ahmad Al-Wadiasyi,syaikh kami, seorang hafidz yang terkenal dengan sebutan Ibnul Mulaqqin, akalnya berubah sebelum wafatnya- seperti yang aku dengar- disebabkan kitab-kitabnya terbakar. [DP]

 

Buku: Dahsyatnya Kesabaran Para Ulama

Penulis: Syaikh Abdul Fattah