BATAM, (Panjimas.com) – “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi, sebuah buku bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala,” ujar Andre Rahmatullah mengutip tokoh ikhwanul muslimin, Mesir dalam acara Pengembangan Diri Muslimah (PDM) bertemakan “Menjelajah Semesta dengan Goresan Pena”.

Kegiatan yang konsentrasi belajar dalam bidang Jurnalistik ini, dia mengatakan bahwa sepandai-pandai orang jika tidak menulis, maka mereka akan hilang dalam masyarakat, karena menulis adalah pekerjaan untuk keabadian. Maka dari itu, menulislah agar dikenal sepanjang massa.

Dalam PDM, Humas Hidayatullah Batam, Kepulauan Riau ini mengatakan bilamana ilmu tentang jurnalistik adalah sebuah laporan berita tentang apa yang dilakukan dalam kegiatan seharian. Tujuannya dalam jurnalistik dibuatkan untuk diberitahukan kepada khalayak hanyak. Jurnalistik merupakan kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita tentang berbagai peristiwa/fenomena.

“Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat,” jelasnya kepada ratusan hadirin yang bertempat di Aula SMPII Luqman al-Hakim, Batu Aji, Batam, Jum’at (20/10/2017).

Jadi, lanjut pria berperawakan besar ini, menulis itu luar biasa manfaatnya, karena dirasakan banyak orang. Adapun untuk unsur-unsur berita dalam membuat berita diantarannya; Who – siapa yang terlibat di dalamnya? What – apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa? Where – di mana terjadinya peristiwa itu? Why – mengapa peristiwa itu terjadi? When – kapan terjadinya? How – bagaimana terjadinya?

“Jadi,unsur-unsur penulisan berita bisa disingkat 5w+1H, “ tegas Bang AR, sapaan akrabnya.

“Menulis itu mudah dan menyehatkan, “tambahnya dengan semarak antusias hadirin.

Koordinator An-nisa Ludfia Harianti menambahkan jika kegiatan belajar bareng menulis ini sebagai ajang pengenalan, insyaallah kedepannya akan kami tindak lanjutkan sebagai ajang pengembangan minat baca anak-anak an-nisa di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam.

“Jurnalistik kali ini hanya pengenalan, kedepan akan kami kembangkan menjadi Ekstrakurikuler, insyaallah,” ujar alumnus STAIL Surabaya.

Riska Salsabilah, siswi SMPII Luqman al-Hakim, kelas 8F mengutarakan kegiatan PDM kali ini sangat istimewa banget karena ilmunya bagus untuk pengenalan kami yang masih duduk di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). [RN]