SUKOHARJO, (Panjimas.com) – Ustadz Tri Asmoro, konsultan keluarga muslim mengatakan salah satu ciri mencapai keluarga sakinah dengan menjalani hidup seimbang.

“Salah satu ciri keluarga Sakinah yakni menjalani hidup secara seimbang,” katanya mengawali kajian Majelis Taklim (MT) Baiti Jannati, di Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, Kamis (4/1/2018).

Ustad Tri menjelaskan asal muasal manusia yang notabene dari saripati tanah dan akan kembali menjadi tanah. Hanya saja Roh manusia yang ditiupkan malaikat saat usia janin 120 hari akan kembali kepada Allah saat ajal menjemput.

“Karena manusia itu gabungan dari fisik, roh dan akal maka perlu hidup yang seimbang. Makan, minum, gizi dan obat perlu seimbang untuk fisik. Roh, hati, perasaan juga butuh mental yang siap dan kuat. Sedang akal itu butuh ilmu, sehingga amal yang kita lakukan sudah benar,” paparnya.

Kemudian Ustadz Tri menceritakan kisah Abu Darda dan Salman Al Farisi yang menyoroti perlakuan Abu Darda yang tidak memikirkan anak, istri dan duniawi. Abu Darda hanya mengedepankan pagi puasa, malam sholat tahajud.

“Sholeh yang pemahamannya salah itu tidak cukup. Maksudnya orang yang sholatnya, puasanya sudah tinggi kelasnya seperti Abu Darda itu ya kurang pas. Tidak hanya mikir akhirat terus tetapi kebutuhan keluarga, bekerja itu juga harus seimbang,” ujar dia.

Untuk mencapai keseimbangan perlu merubah kemampuan diri termasuk pekerjaan. Ustadz Tri bahkan menyarankan dalam keluarga perlu bersenang-senang sekali waktu untuk mencapai keseimbangan.

“Masalah kesehatan itu perlu seimbang, makanan sehat itu tidak harus mahal untuk mendapatkan seimbang gizinya. Kemudian pekerjaan, kalau sekarang sudah tidak ada menjanjikan maka harus ganti pekerjaan. Selanjutnya perlu sekali waktu menyenangkan keluarga seperti makan diluar, bertamasya secara halal,” pungkasnya. [SY]