(Panjimas.com) – Ibu merupakan sosok malaikat tak bersayap yang berjuang melahirkan kita dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Tapi kini sebagai seorang ibu mulai tercemari karena adanya sistem sekularisme yang yang memberangus fitrah seorang ibu. Bagaimana tidak, banyak kasus yang memberitakan tentang pembunuhan seorang anak, penjualan anak, dan penganiyaan anak yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, sampai kasus yang baru-baru ini bunuh diri seorang ibu bersama ketiga anaknya dengan menegak obat racun serangga. Na’udzubillahimindzalik.

Alasan mereka sangatlah klasik yakni karena tuntutan ekonomi yang membuat mereka menjadi banyak pikiran dan gelap mata. Sehingga ketika tak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka gelap mata melampiaskan emosi mereka pada anaknya dengan memukul, mencubit, bahkan sampai membunuh semua itu karena alasan desakan ekonomi. Tak hanya itu, di jaman sekulerisme seperti saat ini tak jarang juga para suami yang tergoda dengan wanita idaman lain (WIL) yang sering disebut juga sebagai pelakor. Inilah yang membuat hilangnya tanggung jawab sebagi seorang suami dan ayah yang seharusnya bekerja untuk menafkahi keluarganya tapi justru hanya mencari kesenangan untuk kentingkan pelampiasan nafsu semata.

 

Hilangnya Akal Sehat

Berita ini membuat publik ramai dengan kasus-kasus yang terjadi, sungguh miris seorang ibu yang seharusnya merawat dan membesarkan anaknya justru menyakiti anaknya sendiri. Mereka kehilangan nurai dan akal baiknya, sampai-sampai tega melakukan perbuatan keji itu karena permasalahan yang mereka hadapi. Sitem kapitalis juga salah satu yang menyebabkan orang menjadi kehilangan akal sehatnya, karena masyarakat dituntut untuk mencari uang, uang dan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menghalalkan segala cara untuk bisa mendapat uang, tanpa peduli halal dan haramnya. Seperti kasus yang terjadi pada tanggal 17 Januari kemarin seorang ibu asal Palembang tega menjual anaknya dengan harga 20 Juta kepada seorang warga di provinsi Banten. Uang yang dihasilkan tak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup tapi juga untuk membeli sabu-sabu. Sungguh ironi, tega menjual darah dagingnya sendiri yang sudah susah payah dikandung selama 9 bulan, kemudian lahir dijual dengan harga yang tak sebanding perjuangannya ketika melahirkan hanya untuk membeli sabu-sabu.

 

Merajalelanya Kemaksiatan

Faktor lain yang menyebabkan hilangnya fitrah ibu adalah banyaknya kemaksiatan yang terjadi dikalangan remaja akibat pergaulan bebas. Buah dari pacaran yang menyebabkan para remaja terjerumus dalam lingkaran setan. Banyak kalangan remaja yang masih sekolah terpaksa harus berhenti sekolahnya karena lantaran hamil diluar nikah. Sehingga tak heran jika ada anak SMA ataupu SMP yang dengan beraninya menggugurkan kandungan hasil hubungan perzinaan, bahkan tega membunuh anaknya yang baru dilahirkan atau mungkin dengan tega membuang anaknya ditempat sampah, emperan toko, dan disungai karena lantaran malu. Tak jarang juga banyaknya pasangan muda mudi yang kurangnya pemahaman ilmu agama islam menjadikan nikah muda sebagai jalan aman untuk pelampiasan nafsu. Sehingga banyak yang terjadi sosok figur ibu muda yang tega terhadap anaknya sendiri dengan alasan anaknya yang nakal, rewel dan susah diatur. Hal ini dikarenakan kurangnya persiapan baik dari segi psikis maupun ilmu tentang berumah tangga yang masih minim.

 

Fitrah Ibu Dalam Islam

Padahal dalam Islam kedudukan menjadi seorang ibu adalah perbuatan yang mulia, karena lelahnya merawat anak dan suami adalah pahala yang dapat menghantarkannya ke surga. Oleh karena itu islam begitu memuliakan seorang wanita denga berbagai sturan syara’ untuk perannya menjadi seorang ibu. Bahkan Rosulullah SAW bersabda :

“Wahai Rosulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik? “beliau berkata , “ibumu” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” tanyan laki-laki itu. “ibumu ”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” [HR. Al-Bukhari no 5971 dan Muslim no. 6447]”

Terbukti dari hadis Rasulullah bahwa seorang ibu merupakan seseorang yang yang kehadirannya diharapkan oleh anak-anaknya. Karena keluarga merupakan dasar dari penyebaran islam, dari keluarga kecillah muncul pemimpin-pemimpin masa depan yang gemilang. Dan yang berperan sangat penting adalah wanita sebagai seorang ibu. Baik buruknya perilaku seorang anak dipengaruhi oleh baik tidaknya seorang ibu yang menjadi panutan anak-anaknya. Karena dari anaknya lah sumber pahala dan sumber kebaikan untuknya. Begitu pentingnya dan beratnya peran ibu ini untuk itu Allah janjikan surga tatkala kita bisa mencetak generasi anak-anak yang sholeh dan sholeha yang mampu memperjuangkan agama Islam dan melanjutkan peradaban Islam yang sesuai ridho Allah SWT dan RosulNya. Wallahua’lam bish ashawab.[RN]

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Penulis, Ilma Kurnia P,

Mahasiswa