YOGYAKARTA, (Panjimas.com) – Kajian kristologi digelar Mualaf Center Yogyakarta (MCY) di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta bersama mantan Pendeta, Ustadz Yudi Muljana, Ahad (27/8/2017).

Ustadz Yudi menerangkan bahwa Injil yang saat ini sudah tidak berubah, melalui proses sejarah panjang. Hal itu dia jelaskan saat menjawab pertanyaan peserta terkait kapan mereka (Pendeta) boleh merubah.

“Kalau sejarah ditemukan berubah itu diawal proses. Sekarang itu bukan berubah, tetapi proses penerjemahannya. Misalnya good morning itu selamat pagi, apakah berubah,” katanya.

Dalam menterjemahkan Injil menurut, Ustadz Yudi dipengaruhi oleh latar belakang penerjemah dan adanya kebutuhan. Sehingga sangat mungkin terjadi beda penafsiran. Namun dengan Al Quran, lanjut dia, sangat jauh berbeda. Sebab Al Quran bukan untuk kebutuhan melainkan hubungan antara Allah sang pencipta dengan penciptaannya.

“Kalau Al Quran itu sebenarnya bukan diturunkan untuk kebutuhan, tetapi ada keinginan yang harmonis antara Allah subhanahuwata’ala dengan penciptaannya,” ungkapnya.

Ustadz Yudi yang mengaku gerakan pemurtadan terus berjalan, ia juga mengagumi MCY yang terus berdakwah menjelaskan kesesatan agama selain Islam.

“Saya kagum dengan Yogyakarta, pada MCY untuk terus menjelaskan dengan cara saling menghormati,” pungkasnya. [SY]