JAKARTA (Panjimas.com) – Ustadz Fadzlan Garamatan, dai muda asal Papua menyoroti perilaku jahiliyah masyarakat di negeri ini, dimana banyak dari generasi muda khususnya para wanita yang menjadi korban mode, mereka berpakaian tapi telanjang.

Padahal seharusnya, seharusnya umat Islam sebagai penduduk mayoritas bisa menjadi masyarakat yang menyeru pada kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Ustadz Fadzlan pun mengungkapkan rasa keheranannya, ketika dulu sukunya di pedalaman Papua dicemooh karena telanjang, justru kini sebaliknya, orang-orang di luar Papua baru belajar telanjang.

“Dulu orang di Jakarta, dulu orang di Pulau jawa ini bilang sama kami orang Irian, kasihan mereka ini pakai koteka ya. Hari ini saya mau bilang sama ibu-ibu, kasihan deh loh… kalian baru belajar telanjang. Kami sudah pengalaman,” kata Ustadz Fadzlan saat menjadi pembicara Kajian Tauhiid yang diselenggarakan Daarut Tauhid di Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta, pada Ahad (9/6/2014).

Ia menegaskan, iman kepada Allah itulah yang mengangkat derajat manusia, dari perilaku primitif jahiliyah menuju, masyarakat Islam yang beradab.

“Keimanan mengatur kita untuk mengambil hak dan giliran hidup menjadi manusia yang beradab di dalam kehidupan,” tandasnya.

Untuk itu, umat Islam harus menjadi masyarakat yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran, agar berkat dan rahmat Allah datang meliputi negeri ini.

“Kita harus menjadi masyarakat ta’muruna bil ma’ruf (menyeru kepada kebaikan), menjadi masyarakat wa tanhauna ‘anil munkar (mencegah dari kemunkaran), lalu masyarakat dan bangsa ini akan menjadi tu’minuna billah (beriman kepada Allah). Ketika menjadi masyarakat tu’minuna billah, tunggulah rahmat Allah, keberkahan dari langit dan dari bumi,” tandasnya. [AW]