JAKARTA (Panjimas.com) – Mantan staf ahli Panglima TNI, Brigjen TNI (Purn) Adityawarman menjelaskan bahwa kondisi NKRI kini mirip dengan tahun 1965 silam.

Pada saat itu, orang-orang pengusung ideologi Komunis melakukan penyusupan ke partai-partai untuk menguasai dan memperngaruhi kebijakannya.

Hal yang sama, terjadi paska era reformasi. Bahkan, mereka ada yang secara terbuka menulis buku membanggakan diri sebagai anak PKI.  (Baca:Indonesia Darurat Komunis, Mantan Staf Ahli Panglima TNI: Situasi Kita Hampir Sama dengan Tahun 1965)

“Ini sudah terbuka, seperti Tjiptaning itu kan jelas sekali mengakui Aku Bangga Jadi Anak PKI. Budiman Sudjatmiko pendiri PRD itu jelas bentuk PKI, cuma tidak disebut PKI, anggaran dasarnya sama dengan PKI,” kata Brigjen TNI (Purn) Adityawarman Thaha dalam Pengajian Politik Islam (PPI) yang digelar di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad (12/4/2015).

Ribka Tjiptaning Aku Bangga Jadi Anak PKI

Adityawarman menduga bahwa sejumlah orang yang ditengarai sebagai kader komunis itu menyusup ke sebuah partai penguasa. (Baca: Sepak Terjang PKI, Dulu Membantai Ulama Kini Putarbalikkan Fakta Jadi Korban Pelanggaran HAM)

“Saya kira PDIP ini sudah disusupi Komunis, cuma kesulitan kita, kita ini bicara dengan kekuasaan,” tutur Ketua Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) tersebut.

Ia pun teringat kondisi tahun 1965 dimana Partai Nasional Indonesia (PNI) kala itu disusupi ideologi Komunis.

“Kondisi kita ini mirip dengan tahun 1965, dulu itu PNI kan ada Ali Sostroamidjojo-Surachman (PNI ASU),” imbuhnya. [AW]