JAKARTA (Panjimas.com) – Sekjen Komnas Anti Pemurtadan, Ustadz Bernard Abdul Jabbar, mengimbau kepada para pendukung Ahok, untuk bertaubat.

Hal itu, lantaran dalam Islam, haram hukumnya memilih pemimpin non Muslim, sehingga memberikan dukungan terhadap mereka, adalah sebuah pelanggaran syariat yang berkonsekuensi pada keimanan mereka.

Apalagi, yang didukung adalah non muslim penista ayat suci Al-Qur’an, Surat Al Maidah ayat 51, yang menjadi landasan dalil, haramnya menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51).

“Tugas kita menyerukan kepada mereka yang selama ini menjadi pendukung Ahok, memilih Ahok, kita minta mereka bertaubat, supaya mereka kembali kepada jalan agama yang benar,” kata Ustadz Bernard Abdul Jabbar kepada Panjimas.com, Rabu (19/4/2017).

Seruan taubat itu disampaikan Ustadz Bernard kepada para pendukung Ahok, khususnya yang mengaku Muslim, agar kelak mereka selamat di akhirat.

“Kalau di dunianya saja mereka nanti sudah dijauhi oleh umat, apalagi nanti di akhirat,” tegasnya.

Apalagi, tingkah laku para pendukung Ahok, di beberapa kesempatan sangat provokatif dengan menantang salah satu Ormas Islam. Bahkan ada pula pimpinan partai yang rela tak dishalatkan jenazahnya jika wafat, demi mendukung Ahok.

Meski demikian, Ustadz Bernard mengimbau agar umat Islam merangkul mereka yang bersedia kembali ke jalan yang benar.

“Kita jangan musuhi mereka, meskipun kita emosi melihat cemoohan, cacian dan bullyan mereka karena membela Ahok. Maka berikanlah maaf kepada mereka, karena memberi maaf sebelum mereka meminta maaf itu lebih baik. Dan jika mereka benar-benar bertaubat, insya Allah akan diterima taubat mereka,” tandasnya. [AW]