BEKASI (Panjimas.com) – Ahad malam (16/4/2017) menjadi hari-hari yang sangat genting bagi Aji Achmad Faishal (35) Salah seorang Aktivis Islam Bekasi. Pasalnya, Istiani (28) istrinya yang sedang mengandung 9 bulan, malam itu mengalami kontraksi kandungan dengan mulas yang teramat sangat dirasakan karena kandungannya dirasa lebih besar dari ibu hamil biasanya.

Akhirnya dengan bantuan bapak mertua, istrinya di larikan ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Bekasi. Bismillah, dengan modal tawakkal dan bekal dana seadanya, Aji pun melarikan sang istri tercinta ke Rumah Sakit Graha Juanda, Bekasi yang jaraknya paling dekat dengan rumah tinggalnya di Margahayu. Ia tak mau membuang-buang waktu, karena istrinya harus secepatnya membutuhkan penanganan dokter demi keselamatan istri dan jabang bayi yang dikandungnya.

Sesampainya di rumah sakit dan segera mengurus pendaftaran hingga akhirnya masuk dan menunggu di kamar IGD, Alhamdulilah pada pukul 08.00 WIB istrinya mendapat penanganan dokter dan akan segera menjalani operasi caesar, karena saat diperiksa kandungan oleh dokter ternyata diketahui bahwa bayi yang ada didalam kandunganya berisi kembar dua sehingga tidak dapat dilakukan persalinan normal karena kondisi tertentu, namun Alhamdulillah setelah satu jam menjalani proses operasi, senin pagi (17/4/2017) Istrinya sukses menjalani operasi bedah caesar. Pukul 09.05 WIB terlahirlah bayi kembar berjenis kelamin perempuan, Bayi pertama dengan berat 2,2 kg dan bayi kedunya dengan berat 2,5 kg.

Aji bersyukur dan sangat bergembira, karena istrinya menjalani persalinan dengan selamat, ditambah lagi karunia yang Allah Ta’ala berikan yaitu berupa anak kembar dengan kondisi normal dan sehat, Masya Allah.

Namun qodarullah, masalah baru harus ia hadapi saat ia baru mengetahui ternyata BPJS tidak mengcover biaya rumahsakit keseluruhannya. BPJS hanya mencover biaya caesar istrinya saja, sedangkan bayi kembarnya tidak dicover oleh BPJS dengan alasan belum terdaftar, Akhirnya tabungan yang ia kumpulkan untuk pegangan saat istrinya melahirkan, habis begitu saja hanya untuk membeli keperluan perawatan bayi selama satu hari di rumah sakit seperti susu formula dan lainnya.

Saat relawan IDC menghubunginya pada selasa malam (18/4/2017) pukul 22.00 WIB, ia mengabarkan biaya tagihan rumah sakit untuk perawatan kedua banyinya sekitar 4 jutaan, belum bisa dipastikan berapa jumlah keseluruhannya, bisa saja lebih dari itu karena kemarin yang sudah disarankan pulang oleh dokter dengan mengurus biaya administrasi, namun karena kendala biaya Aji belum bisa membawa istri dan kedua anaknya pulang dan terpaksa ia harus menginap lagi untuk semalam. Pihak rumah sakit memberikan waktu hingga besok hari rabu (19/4/2017) agar keluarga melunasi tagihan rumah sakit sebelum jam 10.00 WIB.

MUJAHID BEKASI, DIPENJARA KARENA BELA AQIDAH

Di seantero Bekasi, Aji Achmad Faisal yang biasa disapa Aji, dikenal sebagai salah seorang Mujahid Ciketing yang pernah divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bekasi pada insiden gereja HKBP Ciketing pada tahun 2010 lalu. Setelah bebas dari penjara, ia masih aktif dalam kegiatan-kegiatan Islam, di samping profesinya sebagai teknisi spesialis barang elektronik seperti AC, kulkas, mesin cuci dsb yang penghasilannya pas-pasan.

Saat ini Aji belum bisa mencukupi dengan kekurangan sekitar empat juta rupiah ditambah biaya lain-lain yang belum diketahui pastinya. Nominal ini tentu jauh melebihi kemampuanya sebagai wiraswasta dengan penghasilan sebagai tukang service elektronik yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang pas-pasan.

Ia mengkhawatirkan tingginya biaya rumah sakit yang berakibat anak kembarnya menjadi jaminan dan ditahan sebelum ada pelunasan.

“Saya mengharap melalui IDC ada muhsinin yang bisa membantu meringankan beban biaya rumah sakit. Besok pagi-pagi saya juga harus ke kantor BPJS mengurus berkas BPJS istri saya karena lama nunggak dan harus dilunasi sebesar 450 ribu, itupun saya udah gak ada uang lagi, kalau boleh minta dibantu supaya besok pagi-pagi betul sudah jalan ke kantor BPJS” ujarnya penuh harap.

SOLIDARITAS KELUARGA MUJAHID

Ujian yang dialami Aji adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

Infaq untuk membantu meringankan musibah sesama muslim insya Allah akan mengantarkan menjadi pribadi beruntung yang berhak mendapat kemudahan dan pertolongan Allah Ta’ala. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ, و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ, و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ, و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

Donasi untuk membantu biaya persalinan kedua anak Aji Faisal bisa disalurkan melalui program Solidaritas Keluarga Mujahid ke rekening IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  7. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)
CATATAN:
  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 6.000 (enam ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.006.000,- Rp 506.000,- Rp 206.000,- Rp 106.000,- 56.000,- dan seterusnya.
  • Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Info: 08122.700020.
  • PIN BBM: IDCPUSAT; BBM Channel: C00354681.

BERITA TERKAIT: