JAKARTA, (Panjimas.com) – Melatih kepekaan dan kepedulian sosial bisa dilatih dan diajarkan mulai sejak dini kepada anak anak. Tak perlu untuk sesuatu yang besar dan hebat untuk memulainya. Bisa dari sesuatu yang kecil dan biasa mungkin bagi sebagain orang, tapi jika jiwa kepedulian sosial dan kepekaan itu timbul dan bisa digerakkan oleh sesuatu yang kecil maka akan menjadi suatu gerakan yang besar dan hebat pada saat gilirannya nanti.

Hal itulah dilakukan oleh siswa SDIT Mafatih Islamic School, Jakarta berbuat sesuatu untuk membantu keluarga Zoya di Cikarang, Bekasi yang menjadi korban kebiadaban massa yang tidak bertanggung jawab. Menghabisi nyawa hanya karena dituduh mencuri dan kini anak dari Zoya pun menjadi Yatim dan istri pun menjadi janda, sementara dirinya sedang hamil pula.

“Kami melakukan aksi penggalangan dana untuk keluarga korban, Zoya sebagai tanda kepeduliaan kita sesama manusia dan cara nyata mengajarkan kepada anak anak peka terhadap masalah sosial yang terjadi,” ujar DR Erma Pawitasari M.Ed mewakili guru-guru yang ada di Mafatih Islamic School.

Penggalangan dana ini sendiri diinisasi oleh guru dan orang tua murid yang kemudian melibatkan para siswa untuk terlibat dalam gerakan kepedulian ini. Aksi Penggalangan dana ini pun terbilang singkat, sebab kegiatan ini hanya berlangsung dari tanggal (7/8/2017) sampai dengan tanggal (11/8/2017) namun berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 3 juta rupiah yang kemudian disalurkan kepada lembaga Infaq Dakwah Center (IDC) sebagai lembaga sosial terpercaya yang juga memiliki program membantu meringankan beban keluarga Zoya di Bekasi.

“Aksi galang dana ini dengan cara anak-anak berjualan door-to-door dan dilanjutkan kemudian berjualan ke pasar kaget dilingkungan sekitar sekolah dan pada hari Jumat (11/8) kemarin atas izin takmir Masjid At Taqwa. Anak-anak membuka lapak bazar amal di sisi timur Masjid. Barang daganganya dari para orang tua, yang menjualkannya adalah anak anak dibantu para guru. Kemudian hasil penjualan itu digbung dengan kotak infaq yang kami taruh di ruang guru dan digabungkan semuanya. Itulah yang kami salurkan dananya ke IDC untuk membantu keluarga korban,” tutur Erma. Sabtu, (12/8/2017).

Masih menurut penuturan Erma, para siswanya begitu bersemangat dan antusias melakukan penggalangan dana ini, sampai ada yang menyumbangkan makanan kecil miliknya kemudian dijual dan hasilnya disumbangkan.

“Dari kegiatan ini kami berharap agar kepedulian sosial tumbuh sejak dini dari anak anak, serta kegiatan ini juga bisa membantu mereka melatih kemampuan persuasi, negosiasi dan rasa percaya diri yang besar pada anak anak semua. Begitu juga para guru yang terlibat mendampingi mereka dalam kegiatan ini dan wali murid bisa sama-sama merasakan bagaimana kita bisa melakukan kepedulian sosial secara bersama sama,” pungkasnya. [ES]