SOLO  (Panjimas.com) – Muzakarah Ulama Jawa Tengah (Jateng) di Hotel D’Madinah, Jajar, Laweyan, Solo merekomendasikan  tentang aliran sesat di Indonesia khususnya syiah, Ahad (12/11/2017).

“Kami menghasilkan lima rekomendasi untuk mewaspadai penyebaran aliran sesat khususnya Syiah,” kata  Ketua Panitia Mudakaroh Ulama Jateng, Ustadz Shabbarin Syakur, saat jumpa pers usai acara.

Menurut Ustadz Shabbarin acara tersebut diikuti ulama dari berbagai perwakilan elemen ummat Islam di Jawa Tengah. Ulama sebagai penjaga NKRI, bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara serta meraih cita-cita sesuau ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Aliran-aliran dan paham yang sesat tidak hanya mengancam kehidupam beragama namun juga menjadi virus keutuhan NKRI yang diporklamasikan 17 Agustus 1945,” ujarnya.

Untuk itu, kami telah memutuskan ada lima rekomendasi dari muzakarah ulama Jawa Tengah. “Pertama, menyerukan kepada para alim ulama habaib Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dan MUI Pusat untuk menjaga kemurnian agama Islam ditengah-tengah masyarakat bangsa,” ungkapnya.

Kedua, mengimbau MUI Provinsi Jateng untuk  menyosialisasikan tengang fatwa-fatwa MUI Pusat tentang kufurnya orang-orang yang melakukan Ismatul A ‘imah (meyakini kemaksuman imam-imam Syiah) dan Tahriful Quran (Quran tidak murni lagi) serta penghinaan terhadap umahatul mukminin dan para sahabat Rasul, yang sering dilakukan oleh kelompok Syiah Indonesia.

Ustadz Shabbarin melanjutkan bahwa yang  ketiga, Muzakarah tersebut mendukung fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah.

“Ke empat, mengimbau kepada seluruh stakeholder Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mewaspadai gerakan Syiah didalam ritual keagamaan mereka yang selalu mengekpresikan ideologi permusuhan antar anak bangsa seperti pada perayaan Karbala dan Idul Qadir,” ucapnya.

Terakhir, Sekjen Majelis Mujahidin itu mengatakan Mudzakarah Ulama, mengajak kepada seluruh ummat Islam di khususnya Jawa Tengah untuk tetap mempererat ukhuwah menjaga sikap tasamuh atau toleran demi tercapainya kemuliaan Islam dan kaum muslim hingga terwujudnya negara Indonesia yang adil makmur dan di ridai Allah Subhanahu Wa Taala. [SY]