JAKARTA, (Panjimas.com) – Setelah beberapa kali rencana pertemuan yang dibuat tidak terlaksana, bahkan sampai utusan yang dikirim oleh Jawara Bekasi, Damin Sada sampai datang langsung ke Universitas Indonesia (UI) mengirimkan undangan pertemuan.

Akhirnya pada hari Sabtu (14/4) bertempat di Mapolres Jakarta Timur, Jalan Matraman Raya Jatinegara Jakarta Timur, berlangsung pertemuan antara Haji Damin Sada Jawara Bekasi dengan Ade Armando, seorang Ahoker yang kerap menghina Islam dan para Ulama melalui nyinyirannya di Media Sosial.

Pertemuan itu merupakan undangan dari Damin Sada yang juga merupakan Ketua Umum Jajaka Nusantara (Jawara Jaga Kampung) kepada Ade Armando untuk memberikan klarifikasi atas ucapannya selama ini yang telah banyak menyakiti hati umat Islam dan para ulama.

Lokasi pertemuan yang dipilih adalah Mapolres Jakarta Timur, itu adalah permintaan dari Damin Sada sendiri. Karena kalau pertemuan diadakan di tempat netral tentu seorang Ade Armando kemungkinan besar tidak berani datang, lalu beralasan ia tidak hadir karena keselamatannya terancam.

Tetapi karena lokasi pertemuannya di Markas Polisi, tentu keselamatan Ade terjamin oleh para aparat kepolisian Polres Jaktim, dan juga telah dijamin oleh Damin Sada sendiri. Karena beliau telah mengundang Ade Armando secara baik-baik tentu akan memperlakukannya dengan baik pada pertemuan tersebut.

Kemudian Panjimas berusaha menghubungi langsung Bang Damin Sada seputar informasi kebenaran pertemuan tersebut dan isi pertemuan yang dibahas di dalam pertemuan tersebut. Berikut penuturan dari Jawara yang banyak ditakuti dimana mana tersebut baik oleh kawan maupun lawan kepada Panjimas ketika dihubungi.

“Iya benar, memang tadi sore gua udah ketemu sama dia di Polres Jakarta Timur. Pertemuan itu yah sekitar sejam lah dan ada berapa hal yang kita sampaikan sama dia di pertemuan itu,” ujar Damin Sada kepada Panjimas.

Adapun pertemuan itu dilakukan di sebuah ruangan yang ada di Mapolres Jakarta Timur dan ada empat orang yang hadir di ruangan tersebut.

Di dalam pertemuan itu, Damin Sada meminta kepada Ade Armando untuk memperbaiki etika dan sikapnya dalam menyampaikan kata-katanya di media sosial yang sering kali menimbulkan ketersinggungan dan kemarahan di kalangan umat Islam dan para Ulama.

“Gua ini emang bukan orang berpendidikan, karena SMP aja dipaksa lulus. Gua juga bukan orang yang ahli agama karena sholat gua juga belum tentu udah bener. Cuma gua minta sama kamu agar bisa perbaiki sikap dan etika serta pernyataan-pernyataan selama ini yang menyinggung agama Islam dan para ulama,” tutur Damin Sada lagi kepada Dosen UI tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Damin Sada juga berpesan kepada salah seorang Ahoker itu yang rajin menulis banyak status di media sosial itu agar jangan sampai di Indonesia bisa terjadi seperti yang ada di Suriah atau di Yaman yang perang karena polemik beda pendapat mengakibatkan perang saudara.

Masih di kesempatan tersebut, menurut Damin bahwa seorang Ade Armando akhirnya juga berterima kasih atas nasihat nasihat dan masukan yang disampaikan dan diberikan kepada dirinya sekaligus juga meminta maaf atas pernyataannya selama ini yang telah memunculkan kontroversi dan dinilai kurang etis dalam bersikap.

“Iya dia sih bilang berterimakasih di pertemuan itu sudah di ingatkan atas kesalahan-kesalahannya dan memohon maaf kalo ada kesalahan,” ujar Damin.

Seusai pertemuan tersebut di dalam postingan terbaru di akun Facebook miliknya rupanya Ade Armando langsung menulis status terbarunya pada hari Sabtu (14/4) sore kemarin, di status tersebut dirinya mengaku bersyukur dan berterima kasih karena sudah bertemu dengan Jawara, Damin Sada.

“Alhamdulillah tadi sudah bertemu dengan Pak Damin Sada, Jawara Bekasi di Mapolres Jaktim. Pak Damin minta agar saya menjelaskan makna pernyataan saya bahwa azan tidak suci. Pertemuan sangat bersahabat dan kami sepakat untuk melanjutkan dialog. Rasanya Indonesia akan lebih damai bila tradisi saling bicara dan mendengar ini terus dikembangkan,” tulis Ade Armando. [ES]