BEKASI, (Panjimas.com) – Dalam rangka Tarhib Ramadhan, Yayasan Infaq Daqwah Center dan Yayasan An Najahul Islami menyelengarakan acara kajian dengan menghadirkan Ustadz Farid Ahmad Okbah Lc sebagai pembicara. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (15/4) di Markas An Najahul Islami, Jl Raya Veteran 45, Bekasi.

Ustadz Farid Okbah menyampaikan soal Kapasitas Kepemimpinan. Ustadz pun kemudian mengutip ayat ke-24 dari Surat As-Sajdah. “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”

Dari ayat di atas, Ustad Farid menyimpulkan, karakter pemimpin, terutama pemimpin gerakan Islam adalah sabar dan yakin. Sebab tidak mungkin melakukan perubahan, apalagi kemenangan kecuali dengan kepemimpinan yang saleh.

“Kalau mau perubahan harus dimulai dengan kepemimpinan yang kuat,” ujar Ustaz Farid dihadapan jamaah yang terdiri dari para binaan dakwah KH Muhammad Dahlan (Bekasi) itu.

Ustadz Farid Okbah yang juga Ketua Yayasan Al-Islam, Islamic Center, Pondok Gede, Bekasi, ini mengakui, dakwah yang dilakukan oleh umat Islam saat ini sangatlah kuat. Baik melalui yayasan, lembaga, organisasi massa maupun partai politik. Sayangnya, soal kepemimpinan masih lemah dan berjalan sesuai dengan pola dan keinginan masing-masing. “Kekuatannya terbelah dan terjadilah friksi,” tambah dia.

Bicara tentang jumlah atau kuantitas, Ustadz Farid menegaskan, dalam perubahan, kemenangan itu diperoleh oleh kelompok yang jumlahnya sedikit. Dan kemenangan itu juga tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dipersiapkan. “Nabi Saw saja membutuhkan waktu 23 tahun untuk mengubah Jazirah Arab,” katanya.

Untuk melakukan perubahan dan meraih kemenangan ini, Ustadz Farid menyampaikan tiga hal yang harus dilakukan. Ketiganya adalah menyiapkan kader, menanamkan ilmu dan berpuasa. Berpuasa menjadi salah satu hal yang harus dilakukan, karena misi puasa adalah melahirkan kesabaran. [ES]