LONDON, (Panjimas.com) – Sebanyak 682 wartawan termasuk 8 diantaranya  warga negara asing (WNA) dilaporkan tewas di Suriah antara periode bulan Maret 2011 dan hingga bulan Mei 2018, demikian menurut laporan kelompok hak asasi manusia Suriah, Kamis (03/05).

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Syrian Network for Human Rights (SNHR) merilis laporan khusus tentang Hari Kebebasan Pers yang diperingati pada tanggal 3 Mei lalu.

Selama periode yang sama, 1.116 jurnalis termasuk 33 warga negara asing ditahan di Suriah, dilansir dari Anadolu.

Rezim Assad dan para milisi pendukungnya menewaskan 556 wartawan, Islamic State (IS) 64 wartawan, milisi YPG / PKK menewaskan 4 wartawan dan kelompok teror lainnya menewaskan 33 wartawan. Sementara 25 wartawan lainnya tewas dalam pertempuran antara pasukan oposisi dan pasukan rezim Assad.

Sejak awal 2011, Suriah telah menjadi medan pertempuran, ketika rezim Assad menumpas aksi protes pro-demokrasi dengan keganasan tak terduga — aksi protes itu 2011 itu adalah bagian dari rentetan peristiwa pemberontakan “Musim Semi Arab” [Arab Spring].

Sejak saat itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta penduduk Suriah terpaksa mengungsi, menurut laporan PBB.

Sementara itu Lembaga Pusat Penelitian Kebijakan Suriah (Syrian Center for Policy Research, SCPR) menyebutkan bahwa total korban tewas akibat konflik lima tahun di Suriah telah mencapai angka lebih dari 470.000 jiwa. [IZ]