(Panjimas.com) – Wahai saudara-saudaraku!

Assalamu ’alaikum warahmatulaahi wa barakaatuh

Semoga keselamatan, rahmat dan barakah Allah senantiasa dilimpahkan kepada kalian. Saya bermohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kiranya Dia sudi menolong saya di dalam menyampaikan isi ceramah kali ini.

Definisi Jihad

Kata Al-Jihad menurut bahasa berarti: badzlu al-juhdi (mengerahkan kesungguhan), badzlu aqsha ath-thaqqah (mengerahkan kekuatan secara maksimal). Sedangkan menurut terminologinya, kata Al-Jihad mempunyai makna: badzlu an-nafsi wal mali fi nushrati dinillah wa munahadhatu a’da’allahi ‘azza wa Jalla, artinya, mengorbankan jiwa dan harta dalam rangka membela agama Allah dan melawan musuh-musuh-Nya.

Dalam Shahih Muslim disebutkan:

جَاهِدُوْا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ

“Berjihadlah kamu sekalian terhadap orang-orang musyrik dengan harta, lisan dan jiwa kalian.”

Fase-fase Jihad

Jihad fi sabilillah dalam proses pensyatiatannya melalui empat fase berikut:

  1. Diharamkan

Ketika masih di Mekah

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dan dirikanlah shalat…” (An-Nisa’: 77)

  1. Diizinkan

Ketika Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam dan para sahabat berhijrah

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesunguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (Al-Hajj: 39)

  1. Diwajibkan

Ketika musuh terlebih dahulu memerangi mereka

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190)

  1. Diperintahkan

Untuk memerang kaum musyrikin secara keseluruhan di permukaan bumi.

وَقَاتِلُو هُم حَتّٰى لَا تَكُونَ فِتنَةٌ وَّيَكُونَ الدِّينُ كُلُّه لِلّٰهِ​ۚ فَاِنِ انْـتَهَوا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعمَلُونَ بَصِي

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Al-Anfal: 39)

 

Sampai ketika turun “ayat pedang” dalam Surat At-Taubah, yakni ayat:

 

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚوَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36)

 

فَإِذَا انسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian.” (At-Taubah: 5)

 

Buku: Tarbiyah Jihadiyah

Penulis: Asy Syaikh DR. Abdullah Azzam