Berbagai Khasiat Habbatussauda Menurut Para Ilmuwan

PANJIMAS.COM – Hasil studi para ilmuwan lintas zaman menunjukkan bahwa habatussauda mengandung banyak sekali zat biokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Rempah dengan nama ilmiah Nigella Sativa ini adalah satu-satunya tanaman alam yang mengandung lebih dari 100 nilai nutrisi biokimia. Kandungan nutrisi habatussauda memiliki beragam manfaat. Membangun sel, memperbaiki jaringan, membentuk antibodi untuk melawan serangan bakteri dan virus, berpengaruh baik bagi sistem enzim, hormon, dan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh, serta berpartisipasi dalam aktivitas otot.

Habbatussauda mengandung Monosaccharides (molekul gula tunggal) dalam bentuk glucose, rhamnose, xylose, dan arabinose. Mengandung komponen non starch polysaccharide yang berguna untuk diet sehat. Kaya lemak jenuh dan tak jenuh yang sangat vital bagi perawatan sel dan stabilisasi membran sel, sehingga memercepat penyembuhan luka, melembutkan kulit, pun mengatur fungsi kerja otak dan syaraf.

Habbatussauda mengandung arginine yang penting bagi pertumbuhan balita. Mengandung karoten yang oleh liver diubah menjadi Vitamin A. Mengandung kalsium, zat besi, sodium, dan potassium. Ia juga kaya vitamin dan mineral.

Dahulu kala, Dioscoredes, ahli fisika Yunani abad pertama Masehi, melaporkan bahwa Habbatussauda’ dapat dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, penyakit internis, menormalkan menstruasi, dan meningkatkan produksi ASI.

Dalam sistem pengobatan di Greco-Arab/Unani-Tibb, yang berasal dari Hippocrates, Galen, dan Ibnu Sina, habbatussauda’ digunakan untuk mengatasi disfungsi pencernaan dan demam tinggi.

Ibnu Sina (980-1037), dalam The Canon of Medicine, menyatakan habbatussauda’ dapat menstimulasi energi di tubuh dan membantu mengatasi kelelahan atau kurang semangat.

Berbagai hasil studi ilmuwan kontemporer menunjukkan banyaknya manfaat habatussauda’. Antara lain tersebut di bawah ini:

– Memperkuat Imunitas

Pada 1986, Dr. el-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi yang menghasilkan kesimpulan bahwa mengkonsumsi habbatussauda’ dapat menekan rasio T-cell yang merupakan pembunuh sel secara alami. Saudi Pharmaceutical Journal Tahun 1993 melaporkan bahwa studi yang dilakukan Dr. Basil Ali dan rekan-rekannya dari College of Medicine, King Faisal University, memerkuat pendapat tersebut. Dr. Haq di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medis di Riyadh, Saudi Arabia, pada 1997 juga mendapati temuan serupa.

– Antihistamin

Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis.

Studi tentang hal ini pernah dilakukan oleh Badr el-Din dan Mahfouz pada 1960, Nirmal Chakravarty, M.D. pada 1993, dan Dr. Chakravarty’s. Manfaat habbatussauda sebagai antihestamin dapat diterapkan untuk pengobatan asma, bronchitis, dan penyakit alergi lainnya.

– Antitumor

Mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan habbatussauda dalam pengobatan kanker, studi tentang potensi habbatussauda sebagai antitumor dilakukan oleh Amala Research Center India pada 1991. Terungkap bahwa habbatussauda’ menstimulasi sumsum tulang, kekebalan sel, dan produksi interferon; dan melindungi tubuh dari virus, menghancurkan sel tumor, dan mencegah infeksi.

Hasil penelitian juga menyatakan bahwa minyak habbatussauda bersifat antibiotik. Singkatnya, habbatussauda dapat diandalkan untuk melawan sel kanker.

-Antibakteri

Pada Tahun 1989, Pakistan Journal of Pharmacy melaporkan bahwa minyak habatussauda berfungsi sebagai anti-jamur. Pada 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, melakukan studi dengan hasil minyak habbatussauda terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V.cholera, E.coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp.

Hasil-hasil di atas menunjukkan logika ilmiah penggunaan habbatussauda untuk mengobati diare, muntah-muntah, dan perut mulas, oleh masyarakat tradisional.

– Obat Radang

Pada 1960, Prof. el-Dakhakny melaporkan bahwa minyak habbatussauda memiliki kemampuan meredakan radang dan radang sendi.

Hasil studi Pharmacology Research laboratories, Department of Pharmacy, Kings College, Inggris, pada 1995 juga menemukan khasiat yang sama.

– Meningkatkan produksi ASI

Hasil studi Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa minyak habbatussauda meningkatkan produksi ASI (air susu ibu).

Dengan sedemikian besar manfaat habbatussauda bagi kesehatan, sangat masuk akal bila Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam mengatakan bahwa rempah daerah gurun ini dapat dijadikan obat segala macam penyakit.

“Pada habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali as-sam, yaitu maut.” (Hr. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Ahmad).

Kaitan hadits ini dengan temuan-temuan ilmiah di atas jelas menampakkan kebenaran, keindahan, serta kerahmatan Islam bagi semesta. Wallahu a’lam. [IB]