(Panjimas.com) – Optimis adalah rasa berpengharapan baik dalam menghadapi segala hal. Optimis dalam Islam dikenal dengan istilah raja’ (harapan). Imam al-Ghazali rahimahullah memaknai optimis sebagai kelapangan hati dalam menanti apa yang diharapkan di masa depan dalam hal yang secara nalar mungkin terjadi. Allah subhanahu wa ta’ala sebenarnya senantiasa memotivasi hamba-hambaNya yang beriman untuk selalu bersikap optimis.

“Dan apabila hambaKu bertanya tentangKu kepadamu (Muhammad), katakanlah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa ….” (al-Baqarah: 186),

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman. (Ali Imran: 139),

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (asy-Syarh: 5-6),

“…. dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir. (Yusuf: 87),

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. Tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (at-Taubah: 32-33),

“Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka jadilah sesuatu itu.” (Yasin: 82),

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad). Sungguh, janji Allah itu benar ….” (ar-Ruum: 60),

“…. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.” (Ali Imran: 9),

Dan dalam hadits qudsi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan bahwa Allah ta’ala pun berfirman, “Aku tergantung persangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia mengingatKu.” (Hr. Bukhari).

Optimisme adalah salah satu bekal manusia dalam menggapai keberhasilan di masa depan. Dan luar biasanya, ternyata di balik sikap tersebut terdapat kandungan faedah bagi kesehatan. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Meningkatkan Imunitas

Hasil penelitian menunjukkan, harapan penuh atas sebuah peristiwa penting dalam hidup seseorang, mendorong respon kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dibandingkan saat berpersepsi negatif. Sebuah penelitian juga melaporkan bahwa pasien pulih lebih cepat ketika merasa optimis saat menjalani operasi arteri koroner.

2. Mengurangi Tingkat Stres

Optimisme adalah kunci manajemen stres yang efektif. Studi menunjukkan bahwa hormon stres (hormon kortisol) seseorang lebih stabil bila pandangannya tentang masa depan positif.

3. Menjauhi Depresi

Berdasarkan studi ilmiah, optimisme membantu mengurangi kemungkinan timbulnya depresi. Karena berpikir positif dapat memunculkan emosi positif.

4. Meningkatkan Kesehatan Tubuh Secara Umum

Para peneliti berspekulasi bahwa orang yang optimis cenderung menerapkan pola hidup yang baik, seperti menyempatkan diri berolahraga dan memilih mengonsumsi makanan sehat. Dengan demikian, kesehatan jiwa-raganya lebih terpelihara.

Itulah gambaran sederhana pengaruh positif rasa optimis terhadap kesehatan tubuh kita. Kita berharap, semoga Allah ta’ala senantiasa memudahkan rasa optimis hinggap di hati kita, sehingga cita-cita dapat direngkuh, dan badan pun terjaga kesehatannya, aamiin. Wallahu a’lam. [IB]