SUKOHARJO, (Panjimas.com) – Pakar Ruqyah Syar’iyyah, Ustadz Husain Al Mubarak, Lc. mengatakan bahwa penyakit ‘ain lebih berbahaya dari pada penyakit lainnya.

Keterangan ini dia katakan saat menjadi pembicara Shubuh berjamaah di Masjid Muhtadin, Grogol, Sukoharjo. Adapun secara istilah, penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata, yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

“Banyak penduduk Indonesia meninggal karena penyakit ‘ain setelah takdir Allah. Orang yang tadinya sehat tiba-tiba lumpuh, atau sudah menikah susah bahagia sama istri. Ini bisa jadi karena ain, jadi ain ini lebih dahsyat,” kata pemateri Ruqiyah Syar’iyyah di Trans7 itu, Ahad (26/11/2017).

Penyebab ‘ain ada dua yakni pujian seseorang tanpa diawali menyebut nama Allah. Kemudian adanya hasat, iri dan dengki. Ustadz Mubarak menjelaskan bahwa penyakit yang susah sembuh awalnya adanya penyakit ‘ain.

“Maka ada seorang istri membunuh suaminya setelah dipuji tanpa menyebut nama Allah. Katakan awalnya masyaAllah. Karena Rasulullah mengatakan bahwa kebanyakan umatku meninggal kena ‘ain,” ucapnya.

“Penyakit ‘ain bisa mengenai seseorang karena iri. Kemarin ada Kapolda mau dilantik malamnya lumpuh, itu karena ‘ain. Bisa juga ‘ain menular antar sekolah, antar perusahaan karena persaingan. Bisa juga ain itu menempel pada benda mati seperti motor, mobil, HP dan lain-lain,” imbuhnya.

Gejala ‘ain menurut Ustadz Mubarak semisal sakit kepala berpindah, wajah berubah kuning, banyak keringat, sering buang air kecil, wajahnya kurus, tangan dan kaki sering kesemutan, badan gerah padahal cuaca dingin. Kemudian Sedih tanpa sebab, sakit berpindah-pindah dileher dan punggung, sulit tidur dimalam hari, sering lupa.

“Orang yang setiap hari menghafal Quran bisa juga kena ‘ain. Prosesnya itu pada saat orang itu memuji, jin langsung masuk kedalam tubuh. Maka ketika saya ruqyah di pesantren itu 100 persen banyak yang kena,” tuturnya. [SY]