(Panjimas.com) – Siapa orang tak ingin hidup sehat sepanjang hayat? Secara nalar, pastilah setiap manusia menginginkannya. Tapi manusia hanya bisa berikhtiar, masalah hasil adalah urusan Allah subhanahu wa ta’ala. Cara memeroleh kesehatan jiwa raga sepanjang usia seperti Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam sebenarnya tak butuh banyak biaya. Beliau yang nyaris tak pernah sakit, yang tabib pribadinya sampai “nganggur”, punya sejumlah resep sehat seperti disebutkan berikut ini. Dan istimewanya, resep ini murah meriah, terjangkau untuk semua orang. Mari kita simak satu persatu!

1. Menjaga Optimisme

Optimis adalah harta orang beriman. Semakin tinggi iman seorang Muslim, semakin tinggilah rasa optimisnya. Karena ia yakin betul dengan –di antaranya– ayat-ayat berikut ini.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ….” (al-Baqarah: 286),

“…. Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (ath-Thalaq: 2).

2. Menjauhi Rasa Dengki

Dengki adalah perbuatan hati. Mendengki sejatinya menzalimi diri sendiri, karena hati tersiksa karenanya. Dan disadari atau tidak, si pendengki seolah menganggap Allah subhanahu wa ta’ala salah berkehendak, merasa mengapa yang diberi kelebihan adalah orang lain, bukan dirinya. Padahal, Allah ta’ala-lah yang paling tahu apa yang terbaik bagi setiap makhlukNya.

“…. Tapi boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216).

3. Mengendalikan Amarah

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam sangat mewanti-wanti kita agar mengendalikan amarah.

“Sesungguhnya seseorang meminta nasihat kepada Rasulullah, ‘(Wahai Rasulullah), nasihatilah aku.’ Beliau bersabda, ‘Jangan kamu marah!’ Ia meminta nasihat berkali-kali dan beliau tetap bersabda, ‘Jangan kamu marah!'” (Hr. Bukhari).

Adapun kiat meredam amarah yang ditunjukkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah: segera duduk bila sedang berdiri, segera berbaring bila sedang duduk, membaca ta’awudz, berwudhu, juga shalat sunah.

4. Bangun Sebelum Subuh

Di samping membuka keran pahala besar, bangun di sepertiga malam yang akhir sangat bermanfaat bagi kesehatan. Wudhu dilanjut shalat menjadi terapi fisik dan jiwa. Udara Shubuh adalah udara dengan kualitas terbaik untuk bernafas. Melangkah menuju masjid pun jadi olahraga yang diperlukan otot-otot, persendian, jantung, dan organ pernafasan.

5. Menjaga Kebersihan

Bersuci adalah ritual paling awal dalam peribadatan Islam. Kesucian dan kebersihan sangatlah pentingnya dalam kehidupan secara umum. Kebersihan pangkal kesehatan, begitu anak SD diajarkan. Kebersihan pun mencipta keindahan.

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan ….” (Hr. Muslim).

6. Makan Secukupnya

“Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Hr. Muttafaqun ‘alaih).

Lambung manusia menyediakan tempat untuk tiga unsur. Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air, dan sepertiga lagi untuk makanan. Puasa adalah sarana melatih diri menahan syahwat mencecap kelezatan sekaligus menjadi terapi detoks, toksin-toksin keluar dari tubuh orang yang berpuasa.

7. Suka Berjalan Kaki

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mentradisikan jalan kaki. Ke pasar, ke rumah shahabat, bahkan ke medan jihad. Berjalan kaki membuat badan berkeringat sehat, detak jantung dan irama nafas terpacu, dan peredaran darah tambah lancar. Semua itu merupakan faktor pencegah penyakit jantung, kanker, stroke, dan penyakit-penyakit lain.

Murah meriah, bukan, resep sehat dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam? Mari kita sama-sama berusaha mengamalkan, agar kesehatan jiwa raga terjaga, sehingga mampu melaksanakan amanah kehidupan dengan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam. [IB]