(Panjimas.com) – Flu atau pilek bukan penyakit berbahaya. Ia hanya penyakit ringan yang kadang menyapa. Namun begitu, kehadiran flu sangat mengganggu. Apalagi bagi para pelayan publik atau mereka yang pekerjaannya berhubungan langsung dengan banyak orang. Misalnya pengajar, penceramah, dan penjaga toko.

Pilek terjadi akibat terjadinya peradangan selaput lendir yang melapisi saluran hidung. Peradangan tersebut mengakibatkan hidung tersumbat, ingusan, bersin, dan nyeri pada wajah. Penyebab pilek yang lain adalah terjadinya infeksi oleh virus influenza. Juga karena adanya gangguan anatomi rongga hidung. Untuk jenis pilek yang terakhir, akan terjadi hanya saat si penderita sedang dalam posisi badan tertentu. Misalnya saat berbaring atau menunduk.

Pilek dapat dicegah dengan rajin berkumur. Menurut penelitian, berkumur dengan air bersih setiap hari membantu menghindarkan si bersangkutan dari flu dan demam hingga mencapai 30%. Sebab, berkumur dapat mengeluarkan kotoran dan bakteri dari tenggorokan sebelum menyebar dan menimbulkan penyakit.

Sebagai Muslim, kita diperintahkan menegakkan shalat fardhu lima waktu ditambah sejumlah shalat sunnah. Salah satu syarat sahnya shalat adalah sucinya diri dari hadas kecil dan besar, juga dari najis. Cara menyucikan diri dari hadas kecil adalah dengan berwudlu. Dalam wudlu sebagaimana dicontohkan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, terdapat sunah berkumur sebanyak tiga kali.

“Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu saat ditanya bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berwudlu, ia minta segayung air lalu memraktikkan wudlu Nabi. Ia menuangkan air pada tangan dan membasuh kedua telapak tangan tiga kali. Lalu memasukkan tangan ke dalam gayung mengambil air untuk berkumur, dan menghirup dan mengeluarkan air dari hidung tiga kali. Lalu memasukkan tangan ke dalam gayung dan membasuh wajah tiga kali. Lalu membasuh kedua lengan sampai siku dua kali. Lalu memasukkan tangan ke dalam gayung untuk mengusap kepalanya dari depan ke belakang sekali, lalu membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.” (Hr. Bukhari dan Muslim).

Tak hanya untuk shalat, kita pun disunahkan selalu menjaga wudlu sepanjang waktu. Setiap kali batal, kembali berwudlu, seperti amalan khas Bilal bin Rabbah radhiyallahu ‘anhu. Semakin sering kita berwudlu, semakin sering pula berkumur. Di balik keutamaannya secara spiritual, kita pun memeroleh faedah kesehatan, yakni terkuranginya risiko terkena flu. Selamat berwudlu!

Wallahu a’lam. [IB]