PANJIMAS.COM – Jiwa muda adalah jiwa keberanian, jiwa penasaran, jiwa penuh harapan. Bener, nggak sih? Iya, dong.

Coba kita tanyain ke diri masing-masing, ntar jawabannya pasti iya. Kalo sampe enggak, wah, artinya perlu asupan motivasi dosis tinggi tuh. Karena idealnya sifat anak muda emang kayak gituh.

Kaum muda adalah kesegaran dalam kehidupan. Raga dan jiwanya menggugah dinamisasi peradaban. Masa muda bukanlah situasi diam, ia bergerak tanpa henti, n nggak mau dihentiin.

Dalam catatan sejarah, nabi n rasul mulai diutus saat mereka masih muda. Mayoritas ulama mulai bergelut di dunia ilmu sejak mereka remaja, bahkan kanak-kanak. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata,

“Tak ada seorang Nabi pun yang diutus oleh Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda saja. Begitu pula tidak seorang ulama pun yang diberi ilmu, melainkan ia hanya dari kalangan pemuda.”

Nabi Ibrahim alaihissalam berdialog soal ketuhanan (ketuhanan loh, nggak main-main nih) ama kaumnya yang rajin nyembah berhala, berusaha ngelurusin aqidah mereka, saat doi masih muda.

“Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun), telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk. Dan Kami telah mengetahui dia. (Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?’ Mereka menjawab, ‘Kami dapati nenek moyang kami menyembahnya.’ Dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya kamu dan nenek moyangmu berada dalam kesesatan yang nyata.’ Mereka berkata, ‘Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran, atau engkau main-main?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Sebenarnya Tuhanmu adalah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dia-lah) yang telah menciptakannya. Dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas hal itu.'” (al-Anbiya’: 51-56).

Muhammad shalallahu alaihi wassalam Allah angkat jadi rasul waktu berumur 40 tahun. Pengikut-pengikut beliau yang paling awal kebanyakannya pemuda, bahkan ada juga yang remaja. Sejarawan Barat, Montgomery Watt, bilang, “Banyak pemuda yang masuk Islam. Mereka dari kabilah terhormat. Dan pikiran utama yang bisa kita kemukakan dari sejarah kaum Muslim pertama adalah bahwa Islam pada dasarnya adalah gerakan pemuda.”

Generasi muda adalah aset peradaban. Padanyalah potensi besar tersimpan. So, siapa yang ngaku remaja, harus sadar akan hal ini. Juga harus berusaha ngenalin diri sendiri, ngenalin potensinya apa aja, yang paling nonjol di bidang apa? Gituh.

N, dalam pada itu remaja juga harus sadar akan hakikat kehidupan yang sebenernya tuh kayak apa. Buat apa, sih, umur harus dipake? Ini mesti dipahami bener. Jangan sampe kita gagal paham akan hakikat kehidupan, karna itu pasti bakal bikin rugi. Kalo sampe salah ngemaknain hidup, potensi yang besar banget dari remaja bakalan tersalahgunakan. Kacau deh jadinya. Rugi deh semua…

Abul A’la al-Maududi rahimahullah dalam Tahaddiyatul Ashril Jadid wa asy-Syabab ngingetin kita,

“Potensi pemuda tak ubahnya seperti pedang tajam. Ia dapat digunakan oleh pejuang di jalan Allah, dan dapat dipakai pula oleh perampok.”

Tuh, kan… So, sekali lagi kita bilang dengan bahasa yang berbeda, generasi muda harus sadar di mana letak kemuliaan. Makanya kita harus mau belajar Islam sedini mungkin, biar paham arti kehidupan. Siap?! Remaja masa kini harus bercermin ke para shahabat radhiyallahu anhuma kayak yang terlukis di dalam ayat ini,

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memeroleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (at-Taubah: 88).

Yup! Generasi muda harus berperan aktif di dalam dakwah. Dakwah tuh ngajakin orang ke yang baik-baik n yang bener-bener. Pelakunya disebut da’i. Caranya pun nggak melulu berupa ceramah. Di zaman canggih ini banyak banget cara yang bisa ditempuh, n banyak banget media atau alat yang bisa dipake buat berdakwah. Makanya kreatifitas sangat dibutuhin banget di sini. Artinya, potensi generasi muda, potensi remaja, sangat layak dijadiin andalan. Daya kreatifitas yang tinggi, jaringan pertemanan yang banyak, dan wawasan yang luas di berbagai bidang, bagus banget kalo didayagunain dalam dakwah. So, yuk terjun di medan dakwah, karna remaja adalah da’i andalan! Wallahu a’lam. [IB]