(Panjimas.com) – Despacito. Meski nggak ngerti artinya, tapi belakangan ini kita sering denger kata asing itu. Yup, itulah judul lagu berbahasa Spanyol yang cepet banget ngehits sejak dirilis pada 12 Januari 2017 lalu. Lagu bergenre Reggaeton-pop ini adalah ciptaan Erika Ender, pencipta lagu Latin yang beken asal Panama. Penyanyinya adalah dua artis papan atas Puerto Rico, Luis Fonsi dan Daddy Yankee. Karna dianggap fenomenal, penyanyi muda papan atas dunia asal Kanada, Justin Bieber pun, ikut membawakannya dalam versi remix featuring penyanyi aslinya.

Lagu berbahasa Spanyol yang menguasai tangga nada Billboard Hot 100 setelah Macarena pada 1996 ini beneran udah “menyihir” umat manusia di berbagai belahan dunia. Tercatat lagu ini udah diputar di 45 negara. Diputar lebih dari 4,6 miliar kali di berbagai platform seperti Youtube, Apple Music, dan Spotify. Khusus di Youtube, sampai 21 Juli 2017, ia udah diputar 2.701.337.451 kali. Dan versi Justin Biebernya, sejak 2 bulan diunggah di Youtube, udah ditonton 400 juta kali.

Oh, ternyata nggak cuman lagunya aja yang “menghipnosis” penduduk dunia –khususnya anak muda, video klip versi aslinya yang menampilkan sosok Miss Universe 2006 asal Puerto Rico, Zuleyka Rivera Mendoza, juga jadi daya tarik tersendiri. Belum genap seratus hari dirilis, ia langsung ditonton satu miliar kali.

Kontroversi

Buat kalangan penikmat musik, lantunan musik Despacito dirasa enak banget dan bikin terngiang. Meski banyak yang nggak faham arti liriknya, penduduk dunia begitu antusias ikut-ikutan melantunkannya –tentu dengan artikulasi yang nggak keruan carut-marutnya, hehe… Terus, apa sih sebenernya isi lagu itu? Astaghfirullahal aziim..! Ternyata lagu itu mengandung pornografi yang jelas banget. Ia menggambarkan imajinasi seksual seorang cowok pada  cewek pujaannya. Begitu vulgar, nggak tersamar! So, wajar banget kalo di Negeri Jiran Malaysia lagu ini dilarang diputar di radio.

Pemerintah Malaysia, melalui Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak, bilang, “Despacito tidak akan disiarkan di stasiun-stasiun milik pemerintah karena kami menerima keluhan publik. Liriknya sendiri tidak pantas untuk didengar.”

Respon Remaja Muslim Indonesia

Beberapa hari lalu penulis naik bus kota. Serombongan remaja Muslimah berkerudung dengan bersemangat berusaha menirukan lagu Despacito dengan terbata-bata. Sambil bercanda, nampak pada mereka ekspresi kebanggaan dan kegembiraan bisa menyayikannya sepenggal saja. Nauzubillahi minzalika. Sungguh, ini realitas yang memulukan. Ini bukti betapa rapuhnya kepribadian generasi muda Muslim kita. Dan meski nggak punya data, penulis yakin pemandangan serupa bisa ditemukan dimana-mana.

Kalo emang remaja gaul, kita mesti ngeh kalo kaum Orientalis sengaja memerdaya kaum Muslim dengan 3 F-nya. Apa itu? Food, fashion, and Fun. Hiburan musik termasuk lagu Despacito ini masuk katagori Fun. Kita juga mesti tau kalo Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dulu udah mewanti-wanti umatnya akan kemungkinan kaum Muslim di zaman akhir kayak kita ini nih, bakalan terperdaya dan masuk ke perangkap mereka. Na’uzubillahi min zalika.

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai jika ia masuk ke liang binatang melata sekalipun, pasti kalian juga mengikutinya” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu orang Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lalu siapa lagi?” (Hr. Muslim).

Malu-maluin kan, kalo sampe kayak gitu? Remaja Muslim yang sukanya cuma ikut-ikutan budayanya orang kafir yang hedonis-materialistik tentu sangat disayangkan banget dan malu-maluin banget. Sebagai generasi muda Muslim, hendaknya kita meneladani sikap para Nabi. Dalam menghadapi fitnah (cobaan) fenomena Despacito ini, gebrakan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kiranya tepat dijadikan cerminan. Ia masih muda, tapi berani menentang penguasa dan masyarakatnya yang tersesat jalannya. Bentuk penentangannya pun sangat cerdas, dengan analisis swat yang begitu matang. Meski sendirian, ia berani memancung berhala yang dipertuhankan masyarakat. Dari sekumpulan berhala, ia memilih yang paling besar. Tapi jangan dianggap ini tindakan anarkis, karna ia melakukannya sebagai rangkaian metode penyadaran nalar ilmiah masyarakatnya yang terbelenggu dogma sesat paganisme.

Terus gimana dengan Despacito? Apakah ada sosok anak muda Muslim yang melakukan tindakan cerdas macam pemuda bernama Ibrahim ketika itu? Senjata kaum Orientalis yang sedianya berfungsi sebagai perusak moral generasi muda Muslim, dibalik jadi media syiar Islam? Alhamdulillah, media memberitakan kalo ada sejumlah anak muda kreatif bangsa ini yang berhasil bikin cover lagu porno itu dan menuai penonton cukup banyak di Youtube. Dari kalangan seniman muda Muslim, beberapa hari lalu penulis menemukannya di Youtube. Despacito di-cover sama lagu berjudul Thank You My Dear oleh Dodi Hidayatullah feat Ibnu TJ. Videoklipnya berlatar pantai kayak versi aslinya, tapi ada pembeda yang jelas banget di sana. Kalo versi aslinya menampilkan cewek berpakaian seksi, di Thank You My Dear menampilkan akhwat cantik nan anggun dengan busana menutup aurat. Lagu itu melukiskan ungkapan syukur lelaki kepada Allah ta’ala karna udah dikaruniai istri shalihah. Ia memanjatkan doa yang indah untuk masa depan rumah tangganya.

Terus, apa ibrah fenomena Despacito buat kita? Yup, kehadiran Despacito yang fenomenal sekaligus kontroversial ini seyogianya kita jadikan indikator dan cermin yang menunjukkan dengan jujur kualitas generasi muda Muslim saat ini, termasuk yang menulis dan membaca tulisan ini. Apakah mereka termasuk generasi nggak berkarakter yang sukanya cuman ikut-ikutan, atau sebaliknya, generasi tagguh berkarakter profetik yang sanggup merespon realitas dengan unjuk kreativitas yang cerdas? Wallahu a’lam. [IB]