(Panjimas.com)“Jangan rindu, rindu itu berat,,,,,kau tak akan kuat, biar aku saja”

“Kalau kamu ninggalin aku itu hak kamu, asal jangan aku yang ninggalin kamu, aku takut kamu kecewa”

“Selamat ulang tahun Milea ini hadiah untukmu,  cuma TTS, tapi sudah aku isi semua, aku sayang kamu, aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya”

Berawal dari rasa penasaran yang tak tertahan karena sering melihat kalimat puitis semisal di atas beberapa hari ini melintas di percaturan dunia maya akhirnya saya coba tanya-tanya ke mbah Gogel. Eh, ternyata kalimat itu tidak  muncul dengan tiba-tiba begitu saja. Dan ternyatanya lagi ini adalah efek dari setelah ditayangkannya film Dilan yang cukup bombastis ataukah miris? Karena sejak perdananya tanggal 25 Januari kemarin hingga belum  genap 4 hari tayang mampu menembus angka satu juta penonton. Wuih, ,apalagi sekarang sudah lebih dari 4 hari tayang sudah berapa tambahan lagi penonton yang menyesaki bioskop-bioskop itu?

Film yang diadopsi dari novel laris karya Pidi Baiq dengan judul Dilanku di era ’90an itu begitu membius paramuda di Indonesia. Kayaknya nggak nge hits kalau tidak ikutan nonton film ini. Kisah cinta masa remaja Dilan dan Milea yang dibumbui dengan (seolah) sangat manis ini bisakah mengantarkan paramuda Indonesia merasakan kehidupan yang legit ataukah justru kehidupan yang pahit?

Budaya pacaran yang begitu melekat dalam cerita Dilan menjadi aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja. Hingga saat ini kisah percintaan yang disuguhkan selalu menjadi santapan lezat para remaja hingga melampaui batas rasionalitas. Bisa dibilang konsumen penikmatnya kebanyakan adalah para remaja yang mayoritas juga seorang muslim. Gak kebayang rasanya bagaimana mereka bisa meniru dan melakukan aktifitas kemaksiatan itu tanpa mengindahkan aturan (syari’at)- Nya yang sudah jelas tersebut dalam firmanNya dalam QS.Al Isra’ ayat 32 yang artinya :

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Zina adalah perbuatan haram, maka semua aktifitas yang menghantarkan kepada perbuatan zina juga haram hukumnya.

Inilah sebenarnya kebobrokan yang dikemas dengan apik, sehingga para remaja merasa Dilan adalah sosok yang keren, waow, emejing, awesome atau yang semacam itu lah. Dan sangatlah layak untuk dijadikan parameter cara gaul mereka.

Tentunya melihat fakta kehidupan remaja saat ini membuat hati miris, tragis, sadis dan teriris. Bagaimana tidak? Para remaja sebagai generasi muda penerus bangsa masih terlena dengan kehidupan yang dibungkus dengan fantasi dan imajinasi yang tiada henti. Harusnya sebagai agent of change mereka tidak mudah untuk dilenakan oleh keadaan yang memang dengan sengaja diciptakan untuk menghancurkan. Sangat disayangkan paramuda (remaja) muslim saat ini sungguh telah dijauhkan dari kehidupan Islam. Sistem kehidupan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) telah merusak semuanya, termasuk kehidupan remaja.

Islam adalah Dien yang paripurna dan sempurna sebagaimana dalam QS. Al Maidah ayat 3 yang artinya :

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku untukmu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu.”

Berdasarkan ayat Al Qur’an di atas telah jelas bahwa Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupam termasuk diantaranya tata cara pergaulan antara pria dan wanita.

Dalam QS. An nuur ayat 30 yang artinya :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh,,,Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Begitu juga dalam QS. An nuur ayat 31 yang artinya :

“Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,,,,,dst”,

Rasulullah SAW bersabda :

“Janganlah sekali-kali pria dan wanita berkhalwat kecuali jika wanita itu disertai mahromnya.” (HR. Bukhari).

Sabda Rasulullah SAW berikutnya yang berkaitan dengan khalwat : “Siapa saja yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahromnya, karena yang ketiga diantara keduanya adalah setan.” (HR. Ahmad).

Nah, sudah sangat jelas kan bagaimana Islam mengatur pergaulan antara pria dan wanita. Jadi sangat tidak layak menjadikan tata cara pergaulan remaja yang sudah rusak saat ini sebagai patokan.

Dilan rindumu itu semu, rindumu palsu! Karena kau kirimkan bukan untuk pasangan halalmu.

Untuk generasi Z yang baper sama Dilan, segeralah sadar bahwa sedikitpun tidak ada keberuntungan dari kemaksiatan yang kalian lakukan, bahkan justru akan mendatangkan kemurkaan. Jadilah remaja smart yang taat syari’at agar hidupmu selamat dunia akhirat.[RN]

 

Penulis, Ummu Arrayah

Tinggal di Gresik