(Panjimas.com) – Jalan-jalan sama teman-teman memang mengasyikkan. Naik motor bareng-bareng ke tepat nongkrong memang menyenangkan. Ke sekolah naik motor memang mengenakkan. Tapi kalo sudah gitu, banyak anak remaja lupa pada apa yang mestinya diperhatikan. Masa depan yang terbentang begitu panjang nggak jarang menjadi korban.

Dikatakan oleh dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K) dalam seminar media Pekan Kesehatan Remaja di kantor IDAI, Jakarta, Jumat (16/03/2018), sebagaimana dilansir Riauaktual.com (16/03/2018), 30 persen remaja nggak pakai helm saat naik motor. Hal ini jadi penyebab kematian yang besar pada remaja. WHO melaporkan kalo penyebab kematian remaja yang paling besar adalah kecelakaan lalu lintas. Senada dengan itu, Data Kementrian Kesehatan RI tahun 2011, menempatkan kecelakaan transportasi pada urutan pertama penyebab kematian remaja.

Fakta ini jalas merupakan peringatan keras bagi remaja. Apalagi remaja Muslim yang oleh Allah dan RasulNya diajari untuk menyukuri nikmat Allah subhanahu wa ta’ala berupa jiwa dan raga dan segala kemampuan yang ada. Muslim dilarang menyakiti dan membinasakan diri sendiri.

“…. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (an-Nisaa’: 29).

So, sebagai remaja Muslim, hendaknya kita berperilaku yang layak jadi teladan semua remaja, entah apa agamanya. Dalam berlalu lintas, hendaknya kita berusaha menaati rambu-rambu dan peraturan lalu lintas yang berlaku. Bukan malah melanggarnya dengan dalih aturan itu adalah bagian dari hukum tagut yang mesti ditentang.

Wallahu a’lam. [IB]