JAKARTA (Infaq Dakwah Center) – Para tokoh Muslim nasional mendukung langkah Infaq Dakwah Center (IDC) dalam program Peduli Kasih Muallaf.

Selain itu, IDC juga membuka program baru, yakni Program Wakaf Produktif yang ditujukan pula untuk membantu para muallaf.

Dukungan para tokoh itu disampaikan di sela-sela Multaqo Dai, Muallaf dan Kristolog Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Selasa (19/12/2017).

Wakaf Produktif untuk Muallaf Program Unggulan

Ustadz Farid Ahmad Okbah, selaku pembina IDC mengawali pernyataan dukungannya dengan menyebut program wakaf ini sebagai center of excellence (Pusat Program Layanan Unggulan) di wilayah Sulawesi Utara.

“Di situ akan dibikin perumahan muallaf, lembaga pendidikan dan tempat ibadah. Tentunya ini pekerjaan yang besar dan butuh dukungan semua pihak kaum Muslimin, terutama para donatur. Karenanya kita berharap para donatur bisa menyumbangkan bagian daripada hartanya buat menyukseskan program yang dipelopori oleh IDC ini,” kata Ustadz Farid Okbah.

Presidium Alumni 212 Ajak Sukseskan Wakaf Produktif untuk Muallaf

Sementara itu, Ustadz Slamet Ma’arif, Ketua Presidium Alumni 212 yang penah menghimpun massa jutaan kaum Muslimin dalam Reuni Akbar 212 beberapa waktu lalu, ikut mengajak para alumni 212, mendukung program IDC.

“Kepada Alumni 212, saya mengajak, menyerukan kepada anda semua di manapun berada ayo sukseskan program untuk pengetasan muallaf ini lewat Infaq Dakwah Center. Salurkan dana anda ke sini untuk agama Islam dan untuk menolong orang-orang yang muallaf saudara-saudara kita semua, Allahu Akbar!” tegasnya.

DDII Siap Bekerjasama Antisipasi Pemurtadan dan Bantu Muallaf

Dukungan juga disampaikan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Mohammad Siddik. Ia mengaku sangat senang mendengar program IDC tersebut. Karena selama ini IDC juga bekerjasama dengan kader DDII di daerah, seperti Ustadz Insan Mokoginta, untuk menghalau pemurtadan, Kristenisasi dan membantu para muallaf.

“Alhamdulillah kami senang mendengar hal itu dan kami akan terus komit untuk membantu kerjasama antara Dewan Dakwah pusat maupun daerah dalam rangka mengembangkan atau menghadapi kegiatan kristenisasi ataupun permutadan dan lain sebagainya. Bagian inti bagian utama daripada kegiatan Dewan Dakwah,” ujarnya.

INSIST Sebut Upaya IDC Bantu Muallaf  Hal yang Positif

Hal senada juga disampaikan pendiri sekaligus peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS).

“Oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu seperti IDC dan lain sebagainya adalah sesuatu yang sangat positif perlu didukung karena upaya-upaya ini akan sangat membantu para muallaf yang mereka tentu mengalami tekanan-tekanan bahkan mungkin paksaan-paksaan ketika mereka memilih untuk masuk pada agama Islam,” tuturnya.

Presiden AFKN Serukan Kaum Muslimin Peduli terhadap Muallaf

Demikian pula dengan Presiden Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Ustadz Fadzlan Garamatan. Menurutnya, saat ini jumlah muallaf semakin banyak. Siapa lagi kalau bukan kita yang peduli terhadap mereka?

“Muallaf makin banyak di daerah pedalaman makin banyak ada di pinggiran kota bahkan didalam kota-kota besar diseluruh  Indonesia ada, tetapi siapa yang mau berjumpa dengan mereka siapa yang memperhatikan mereka kecuali kita umat Islam. Dalam Al-Qur’an muallaf masuk kategori delapan asnaf, untuk itu ulurkan tangan melalui shadaqah, infaq, zakat melalui Infaq Dakwah Center,” ucapnya.

Ustadz Felix Siauw Serukan Bantu Para Muallaf

Selain mereka, ada juga para dai yang awalnya mereka penganut Kristen -bahkan pendeta atau misionaris- kemudian berhijrah menjadi muallaf. Mereka sangat mendukung program IDC untuk mengentaskan para muallaf, agar mereka bisa hidup layak.

Ustadz “Zaman Now” Felix Siauw misalnya, ia mengajak kaum Muslimin menyisihkan sebagian rizki untuk membantu para muallaf melalui IDC.

“Karena itulah teman-teman dari pada Infaq Dakwah Center ini memiliki Program Peduli Kasih Kepada Muallaf. Nah, bantu mereka dengan apa yang kita punya, bantu mereka dengan apa yang kita diberikan oleh Allah SWT dan mudah-mudahan dengan sebagian apa yang kita berikan itu bisa membantu bagian dari dakwah,” kata Ustadz Felix.

Ustadz Nababan Sebut IDC Prakarsai Wakaf Produktif untuk Muallaf

Tak jauh berbeda, pendiri pesantren muallaf An Naba Center, Ustadz Syamsul Arifin Nababan mengungkapkan bahwa IDC telah memprakarsai wakaf produktif bagi muallaf, untuk hidup yang lebih baik bagi mereka.

“Insya Allah IDC atau Infaq Dakwah Center sudah memperkasai untuk memberikan bantuan kepada para saudara-saudara kita muallaf yang tersebar diseluruh Indonesia. Saya pikir layak untuk kita dukung bersama agar keberadaan mereka tidak lagi sekedar berucap dua kalimat syahadat kemudian mendapatkan sertifikat masuk Islam, setelah itu kita biarkan begitu saja. Nah, mustahil mereka bisa menjadi muslim yang istikomah tanpa pembinaan dari kita semua,” ungkapnya.

Mantan Pendeta Ini Rasakan Kepedulian IDC terhadap Muallaf

Tak ketinggalan, Muhammad Filipus Fadli, mantan pendeta Kristen yang pernah menjadi duta antar gereja dan bertugas di Papua juga memberikan testimoni.

Fadli yang telah menjadi muallaf sejak tahun 2009 ini, sebelumnya pernah menjadi imam masjid di Desa Bombanon, Bolaang Mongondow, Sulawes Utara.

“Saya sendiri sudah menyaksikan berbagai kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh Infaq Dakwah Center dengan tim yang ada. Bahwa Infaq Dakwah Center ini sangat membantu sekali kaum muallaf, Infaq Dakwah Center ini sangat mengutamakan sekali program kemaslahatan terhadap kaum muallaf terutama muallaf-muallaf yang berada di bawah garis kemiskinan,” tuturnya.

Doa dan Harapan dari Para Muallaf

Terakhir, para muallaf juga menyampaikan harapan dan doa, agar IDC diberikan kemudahan dalam menjalankan program-programnnya.

“Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan kepada tim IDC untuk menyalurkan dana dari umat untuk menolong umat Islam ini agar mereka jauh dari permutadan,” kata Ustadzah Dewi Purnamawati, daiyah dan mantan misionaris asal Solo ini.

Hal itu juga diaminkan mantan pendeta Kristen sekaligus penganut mesianik, Yochanan Jhony Mema. Yochanan yang awalnya menjadi debater dari kalangan Kristen, berhijrah menjadi muallaf pada tahun 2015 lalu.

“Untuk IDC supaya bisa menjangkau para muallaf di nusantara ini banyak orang-orang muallaf yang tidak tertangani secara layak, tidak usah sejahtera, secara manusiawi saja. Jadi jika diizinkan saya berdo’a Ya Allah supaya IDC juga dimudahkan oleh Allah, diberikan kemampuan untuk menolong mereka orang-orang muallaf yang ada di seluruh nusantara yang tidak tertangani,” tuturnya.

Wakaf Produktif untuk Muallaf

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagai solusi untuk membangun kemandirian, kesejahteraan dan pertumbuhan iman para muallaf, IDC menggelar program Wakaf Produktif dengan membeli tanah lahan pertanian dengan luas kurang lebih 5 hektar di Desa Bombanon, Bolaang Mongondow dan di Desa Poyowa Besar, Kotamobagu, Sulawesi Utara. Dengan harga Rp 15.000 per meter, diperlukan dana sebesar 750 juta rupiah untuk membebaskan lahan ini.

Menurut Ustadz H Insan Wencelclaus LS Mokoginta –tokoh muallaf nasional asal Bolaang Mongondow– yang sudah melakukan survey lokasi bersama Relawan IDC, tanah ini sangat murah dan prospeknya bagus. Karena lahan ini sudah produktif, terdiri dari 2 hektar sawah (biasa ditanami padi, jagung, dsb). Selebihnya sudah terdapat 200 pohon kelapa produksi, 80 pohon manggis produksi, 200 pohon coklat, 30 pohon kayu nantu produksi, ada 8 kolam ikan produksi, pohon cengkeh, dan sebagainya.

“Kami dari IDC ingin membelinya untuk dimanfaatkan bagi para muallaf-muallaf yang berada di Sulawesi Utara khususnya di Bolaang Mongondow ini, agar supaya lahan ini bisa produktif. Mereka mamfaatkan untuk bercocok tanam dan sebagainya, sebagai sumber penghasilan mereka,” kata Ustadz Insan Mokoginta, saat meninjau lokasi, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, IDC mengajak kaum Muslimin untuk menyisihkan hartanya guna berperan serta dalam wakaf produktif bagi para muallaf. Hanya dengan Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah) per meter, sudah bisa berwakaf membantu masa depan banyak generasi muallaf. Dari lahan dan tanah tersebut bisa sangat fungsional, seperti dibangun wisma muallaf, mata pencaharian para muallaf, yatim dhuafa, dakwah dan kesejahteraan umat.

“Para muallaf-muallaf ini adalah merupakan saudara-saudara baru kita. Dan kita juga ingin menjadikan mereka agar hidup dalam agama Islam menjadi hidup yang lebih baik. Karena itu kami dari IDC menggugah kaum Muslimin sekalian, para muhsinin di seluruh Indonesia untuk meringankan dan membantu apa yang kita bisa berikan kepada mereka,” kata Sekjen Komnas Anti Pemurtadan, Ustadz Bernard Abdul Jabbar, yang ikut mendukung program wakaf produktif IDC.

Umat Islam Antusias Berwakaf

Alhamdulillah, antusiasme kaum Muslimin dalam memajukan Islam melalui wakaf cukup tinggi. Dalam hitungan sekitar dua pekan terkumpul dana Rp 535.911.000 untuk pembelian tanah wakaf produktif di Bombanon dan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Masih dibutuhkan dana Rp 214.089.000 untuk pelunasan tanah wakaf senilai 750 juta rupiah ini.

Pembayaran dilakukan secara bertahap pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018, diserahkan oleh Ustadz Hadits Mutu, M.Pd.I (perwakilan IDC Bolaang Mongondow) kepada Bapak Abdul Haris Mokoagow (penjual).

Mari teruskan dukungan dan bantuan program wakaf produktif untuk muallaf di Sulawesi Utara, melalui Infaq Dakwah Center (IDC).

Dengan berwakaf, kita akan mengekalkan harta di dunia bahkan dibawa mati, karena nilai manfaatnya tidak hanya dinikmati di dunia saja, tapi juga dipetik hingga di akhirat kelak.

Wakaf termasuk amal ibadah yang istimewa bagi kaum muslim, karena pahala amalan ini bukan hanya dipetik ketika pewakaf masih hidup, bahkan pahalanya juga tetap mengalir terus meskipun pewakaf telah meninggal dunia. Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, maka semakin bertambah pula pahalanya.

Bila dibandingkan dengan sedekah dan hibah, wakaf memiliki banyak keistimewaan, kelebihan dan keutamaan. Selain memiliki semua keutamaan sebagaimana sedekah dan hibah, wakaf memiliki keutamaan khusus dibandingkan dengan sedekah dan hibah. Wakaf adalah kebajikan yang sempurna (Qs Ali Imran 92), yang dijamin anti bangkrut (Al-Baqarah 272), pahalanya dilipatgandakan hingga 700 kali lipat (Al-Baqarah 261), dan balasannya adalah surga (Ali Imran 133-134).

Bagi orang yang berwakaf (wakif), pahalanya akan terus mengalir sekalipun ia sudah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:

اِذَا مَاتَ ابْنَ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يَنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدِ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim).

Manfaat waqaf jauh lebih panjang daripada sedekah dan tidak terputus hingga generasi mendatang, tanpa mengurangi hak atau merugikan generasi sebelumnya, serta pahalanya yang terus mengalir dan berlipat, walau wakif (orang yang mewakafkan) telah meninggal dunia.

Kebaikannya terus dirasakan oleh orang banyak, bahkan lintas generasi, karena kepemilikan harta wakaf tidak bisa dipindahkan. Materi yang diambil dan dinikmati oleh penerima wakaf adalah manfaat dari harta wakaf saja, sementara harta yang diwakafkan tetap utuh dan langgeng.

Hal itu karena harta benda yang diwakafkan tetap utuh terpelihara, terjamin kelangsungannya dan tidak bisa hilang atau berpindah tangan. Karena secara prinsip barang wakaf tidak boleh ditasarrufkan (dijual, dihibahkan, atau diwariskan).

GERAKAN WAKAF IDC:

Wakaf produktif untuk muallaf Sulawesi Utara bisa disalurkan ke Rekening Waqaf IDC:

1. Bank Muamalat, No.Rek:  34.7000.3007  
a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC)
2. Bank Mandiri, No.Rek:  156.000.696.4037
a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC)

BERITA DETAIL:

CATATAN:

  • Bila biaya pembebasan lahan waqaf produktif muallaf ini sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk Program Waqaf lainnya.
  • INFO: 08122.700020 sms/whatsapp