SOLO, (Panjimas.com) – Sejumlah 461 siswa kelas I sampai VI SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo melakukan kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana dengan tajuk “Peduli Tsunami Selat Sunda”, Senin, (7/1/2019).

Kegiatan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kelas I sampai III bertempat di hall sekolah, sedangkan kelas IV sampai VI berlangsung di Masjid Kottabarat.

Seluruh siswa, guru, dan karyawan tampak khusyuk mendoakan korban bencana tsunami Selat Sunda. Selesai doa bersama yang dipimpin oleh guru agama, para siswa secara bergantian memberikan donasi bagi korban bencana dengan cara memasukkan uang ke dalam kardus yang sudah disiapkan oleh guru.

Sehari sebelumnya, sekolah telah mengumumkan kepada para siswa supaya membawa uang seikhlasnya untuk membantu korban bencana tsunami Selat Sunda. Himbauan juga disebarkan melalui grup Whatsapp orang tua siswa.

Muhamad Arifin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas mengungkapkan doa bersama dan penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian warga sekolah terhadap para korban bencana. “Kami ingin mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan empati kepada para siswa,” terangnya.

Arifin menambahkan bahwa kegiatan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 14,5 juta dan akan disalurkan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Solo.

Salah satu siswa kelas IV, Mahira Aulia Mumtaz, mengaku sangat bersedih dengan peristiwa tsunami yang melanda wilayah Banten dan Lampung. Dia tidak bisa membayangkan keluarga yang tiba-tiba harus terpisah dan tempat tinggal yang rusak parah. “Saya tahu ada tsunami pertama kali saat mengobrol dengan ibu, waktu itu ibu pas membaca berita di telepon genggam”, ungkapnya.

Mahira mengaku ikut menyumbang  dana untuk para korban bencana karena baru itu yang bisa dia perbuat. Dia berharap para korban bisa segera bangkit dan menata kehidupan kembali.  “Saya dan teman-teman ikut mendoakan dan sedikit membantu uang, mudah-mudahan bisa meringankan penderitaan warga yang terkena bencana,” pungkasnya. [RN]