SEMARANG, (Panjimas.com) — Relawan Infaq Dakwah Center (IDC) bersama elemen Solo bergerak menyalurkan 23 ekor Kambing qurban dan 1 ekor Sapi di daerah minoritas muslim. IDC sendiri dalam waktu empat hari berhasil mengajak para donatur sebanyak 9 ekor kambing untuk agenda yang bertema “Qurbanku Dakwahku”, di Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/08/2018).

Kaum muslim di wilayah Sumogawe ini kondisi aqidahnya sangat memprihatinkan. Menjadi minoritas muslim di beberapa wilayah lereng Gunung Merbabu disaat Iedul Adha, sangat jarang ditemui penyembelihan Qurban di Masjid-Masjid. Untuk itu, Acara yang menghadirkan Ustadz Cinta (Ustadz Sugiyarto) ini, menjadi semarak diikuti empat Dusun yakni Bumiayu, Wates, Ngroto, Mujo.

Alhamdulillah IDC menjadikan wilayah tersebut ladang dakwah bersama yang bertujuan membentengi aqidah umat Islam Sumogawe dari misi pemurtadan. Pasalnya di wilayah tersebut setiap dusun mesti berdiri Vihara, Gereja dan Masjid. Akhirnya menjadi hal yang dianggap wajar jika satu Kepala Keluarga (KK) ada tiga agama.

“Kalau disini agak mending kang, muslim 60 persen, kalau di Bumiayu itu 40 persen, Ngoto juga. Nah yang parah itu Mujo muslimnya 20 persen. Makanya agenda ini saya sarankan digelar disini, insyaAllah kondusif,” kata Ustadz Gatot, tokoh masyarakat setempat pada Kang Sedyo Relawan IDC Solo Raya.

Sementara itu, 9 ekor kambing yang berhasil dihimpun IDC berasal dari donatur yakni, Lutfi Al Baqi, Handani Purwidyaningsih, Vierza Ramadhan bin Atik, Hj.Firdaus Eka Ganita, Kholid-khoulah, Haryanto, Sedyo, Alm. Sukaryono/Tumiyem, dan Dwi Cahyanto. Daging kambing yang telah dibungkus akan dibagikan untuk 230 KK dari empat dusun di Sumogawe.

Agenda acara selain penyembelihan hewan qurban, IDC dan elemen lain menggelar Tabligh Akbar, Bakti sosial dan Outbond TPQ (Taman Pendidikan Al Quran). Nantinya selepas kajian barulah dibagikan daging qurban kepada warga empat dusun yang kebanyakan profesi sebagai petani dan peternak sapi perah itu.

“Alhamdulillah kami Relawan IDC berhasil menyalurkan amanah para donatur hewan qurban untuk daerah minoritas muslim. Mungkin kali ini baru empat dusun, semoga kedepannya kita bisa kembali menggelar yang lebih besar. Jazakumullah khoiron kepada para donatur Infaq Dakwah Center,” tutur Kang Sedyo.

Kegiatan Qurban di daerah minoritas muslim ini juga merupakan sinergi IDC bersama dengan beberapa elemen muslim di Solo diantaranya, Laznas Dewan Dakwah, Sinai, dan LKG TPQ.

 

Amalan Utama

Menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada sedekah dengan nilai yang sepadan atau lebih. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa qurban lebih utama daripada jihad:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada amalan yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berqurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi” (HR Bukhari).

Sedemikian agungnya syariat qurban, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecam keras orang yang mampu tapi enggan berqurban:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Albani).[IDC]