MAKASSAR, (Panjimas.com) – Departemen Sosial Muslimah Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (WI) gelar Pembekalan Dukungan Psikologi Kejiwaan dan Psikososial pada relawan korban gempa Sulteng, Ahad (14/10) di Aula DPP Wahdah Islamiyah lantai 2, Jl.Antang Raya, Makassar.

Kegiatan ini menghadirkan dr. Irma Santy, Sp.Kj, Dokter Spesialis Kejiwaan  Rumah Sakit Stroke Center RSKD Dadi Makassar.

Menurut Ketua Departemen Sosial DPP WI Ustadzah Herlinda kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Muslimah Wahdah untuk berkhidmat kepada umat, untuk membekali para relawan dalam memberikan dukungan psikososial, bukan hanya kepada korban bencana Palu, tetapi juga kepada korban bencana lain yang terjadi nantinya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan akan terbentuk tim-tim relawan bencana”, ujar Ustadzah yang akrab disapa Ummu Iffah ini.

Irma Santy menjelaskan bahwa Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan psikologis dini bisa dilakukan oleh siapa saja yang sudah diberikan pembekalan, tidak harus dari kalangan tenaga kesehatan.

“Muslimah Wahdah sangat berpeluang memberikan PFA”, tandasnya.

Kegiatan PFA ini diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama dan dukungan psikososial kepada para korban gempa sehingga bisa mengurangi rasa trauma dan tidak berlanjut hingga konsultasi ke psikiater.

“Kita harus banyak mendengar cerita mereka dulu, jangan terlalu banyak bertanya, dan harus membuat mereka tenang.” Ungkap dr.Irma.

Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari ini sangat mengundang antusiasme peserta yang berjumlah 150 orang yang berasal dari beberapa daerah yakni Makassar, Maros, Gowa, Pangkep, Sidrap, Pinrang, dan Enrekang.

Beberapa peserta yang merupakan Tim Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah yang sebelumnya telah turun membantu dan menyapa langsung para korban gempa Palu yang tersebar di beberapa posko di Makassar sangat aktif bertanya dan berbagi pengalaman serta meminta solusi kepada pemateri mengenai hal yang mereka temukan di lapangan.

Tim Muslimah Wahdah Peduli hingga saat ini telah mengunjungi dan memberikan bantuan kepada kurang lebih 1200 Jiwa korban gempa dengan 100 posko yang tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kota Makassar. [ES]