PRETORIA, (Panjimas.com) — Dalam rangka memperingati World Hijab Day (WHD) tahun ini, Muslimah Afrika Selatan menggelar kampanye untuk menghargai para perempuan Muslim yang mengenakan jilbab.

“Kami di Afrika Selatan merayakan Hari Hijab sebagai rasa syukur atas kebebasan yang diberikan negara kepada kami untuk mempraktikkan dan mengenakan atribut keagamaan kami,” ujar Jawairiya Aboobaker dari LSM Muslim Baitul Salaamz pada Ahad (03/02) lalu, bertepatan dengan malam perayaaan untuk memperingati Hari Hijab Sedunia di Pretoria.

Jawairiya Aboobaker mengatakan peringatan Hari Hijab Sedunia bertujuan mengajak para perempuan Muslim agar merasa bangga mengenakan jilbab karena itu adalah bagian dari agama mereka.

Menurutnya, meskipun Afrika Selatan adalah masyarakat yang toleran, terkadang ada beberapa orang yang menargetkan perempuan Muslim berhijab dengan menyebut mereka “ninja”.

Akstifis Muslimah Afsel itu mengatakan organisasinya akan berusaha mengedukasi para penindas untuk menghormati perempuan berkerudung dan memahami mengapa mereka menutupi tubuh mereka.

Jawairiya Aboobaker juga meminta warga negara lain yang sering mendiskriminasi perempuan berjilbab untuk bersikap toleran dan menghentikan kebencian.

Pada Ahad (03/02), lebih dari 70 perempuan berkumpul untuk mendengarkan ceramah dalam rangka peringatan Hari Hijab Sedunia di sebuah masjid di pinggiran Pretoria.

Dalam paparannya itu, para narasumber menegaskan bahwa pemakaian kerudung adalah kewajiban agama, sehingga tidak boleh dipandang sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan.

Acara peringatan tahun ini berfokus pada perempuan kulit hitam yang merupakan kelompok minoritas di negara itu, yang kebanyakan baru memeluk agama Islam.

Aboobaker menambahkan bahwa perempuan kulit hitam di Afrika Selatan lumrah mengenakan kerudung selama menghadiri upacara pemakaman dan ibadah di gereja sebagai bentuk penghormatan atau kerendahan hati.

Pemeluk agama Islam mencapai sekitar 2,5 persen dari total 57 juta jiwa populasi Afrika Selatan.

Terlepas dari jumlah populasi yang sedikit, Muslim memainkan peran penting dalam perekonomian negara. Beberapa dari mereka terlibat dalam politik, akademik, dan perdagangan.[IZ]