JAKARTA (Panjimas.com) – KH Cholil Ridwan, Ulama Betawi dan Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), mengunkapkan bahwa ideologi Komunis bisa berkembang di Indonesia berada di bawah payung sekularisme.

“Sekularisme inilah yang memberikan kesempatan kepada Komunisme untuk bisa masuk dalam medan persaingan politik di Indonesia ini,” kata KH Cholil Ridwan dalam Semiloka bertajuk Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Laten Komunis yang digelar Forum Perempuan Bicara (FPB) di aula DDII, Jalan Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/9/2016).

Karena ideologi sekuler, maka pemimpin negara ini sejak awal pun menganut sekularisme, bahkan hingga presiden sekarang.

“Tidak pernah RI Presidennya tidak sekuler,” tegasnya.

Akibat sekularisme, maka tentu saja meskipun Presiden RI selama ini adalah Muslim, mereka menolak hukum Allah Ta’ala diterapkan untuk mengatur negeri ini.

Padahal, ancaman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an sangat tegas, bagi mereka yang tidak mau berhukum dengan hukum Allah.

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir. (Al-Maidah: 44)

“Gara-gara presidennya, gara-gara menteri kehakiman, gara-gara menteri agamanya tidak mau menjalankan hukum Islam, maka bangsa Indonesia ini dicap oleh Al-Qur’an sebagai bangsa kafir!” tandasnya.

“Al Maidah, kalau tidak suka dengan ayat ini, hapus saja ayat itu,” imbuhnya.

Kembali tentang ideologi Komunis, saat rezim Orde Lama, dimana Presiden Soekarno berkuasa, saat itu pula Partai Komunis Indonesia (PKI) sampai pada puncak kejayaannya.

“Pada periode Soekarno jadi presiden lah Komunis sangat kuat, berada di sekitar istana. Bahkan Soekarno lah yang membuat ideologi Pancasila jadi cair, dengan ide NASAKOM (Nasionalisme, Agama dan Komunis),” ungkapnya.

Tak lama, PKI kemudian melakukan pemberontakan pada tahun 1965 dengan membantai para jenderal, yang dikenal dengan peristiwa G-30S/PKI.

Sebelumnya, saat Indonesia baru saja merdeka, komunis menikam bangsa ini dari belakang dengan melakukan pemberontakan disertai pembantaian kaum Muslimin, ulama dan santri di Madiun pada tahun 1948.

Oleh sebab itu, menurut Kiai Cholil -sapaan akrabnya- bukan hanya ideologi Komunis, tetapi juga sekularisme adalah ideologi berbahaya. Lantas bagaiman seharusnya umat Islam bersikap, simak nasihat dari KH Cholil Ridwan dalam video berikut ini. [AW]