Tazkiya Qurrota Ayyuni (Ayu) adalah anak yatim berprestasi yang selalu menjadi juara sejak SD. Tahun 2008, sang ayah hilang saat bertugas dakwah ke luar kota. Ayu pun menjadi yatim dalam usia 8 tahun (kelas 2 SD). Penghasilan sang ibu sebagai terapis bekam, tak cukup untuk memenuhi biaya sekolah Ayu, sehingga tagihan sekolah mencapai 8 juta rupiah.

CIPUTAT, Infaq Dakwah Center (IDC) – Status tanpa ayah alias yatim tak memupuskan semangat Tazkiya Qurrota Ayyuni (17) untuk mengukir prestasi terbaik. Ayu adalah remaja yang rajin, shalihah, cerdas dan berprestasi. Di sekolahnya, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Muhammadiyah Ciputat, Ayu tercatat sebagai siswi terbaik dengan peringkat pertama.

Bakat juara dan kecerdasan Ayu memang sudah menonjol sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Tak heran bila ia banyak mewakili sekolah untuk berbagai event lomba antar sekolah. Belum lama ini, ia ditugaskan mewakili sekolah untuk lomba pidato Bahasa Arab di Lampung. Alhamdulillah Ayu masuk grand final, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, ia memutuskan untuk mundur dari kompetisi tersebut.

…infaq membantu yatim dijamin masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari: “Aku dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti dua jari ini.”

AYAH PERGI DAKWAH TAK KEMBALI LAGI TANPA KABAR

Sejak usia 8 tahun Ayu hidup yatim tanpa belai kasih sayang dari sang ayah, Hidayat (34), yang dikenal sebagai juru dakwah (dai) yang aktif berdakwah keliling secara berkala ke berbagai kota hingga pelosok desa terpencil.

Tahun 2008 saat Ayu duduk di bangku kelas 2 SD, Hidayat berpamitan kepada sang istri, Kensasi Agustina untuk khuruj berdakwah ke luar kota selama beberapa hari. Tak lupa ia memeluk cium Ayu sebelum melangkahkan kaki keluar rumah.

Tak disangka, itulah pelukan terakhir sang ayah kepada Ayu. Sampai detik ini Hidayat tak kembali lagi ke rumah, tanpa kabar apapun. Ia hilang seperti ditelan bumi, tak diketahui keberadaannya.

Sejak pamit pisah saat itulah, hampir 9 tahun lamanya Kensasi Agustina (53) menjadi single parent, berperan sebagai ibu sekaligus ayah bagi Ayu, anak semata wayangnya. Di rumah tembok bata kasar itu, ia bertahan hidup berdua bersama putri tunggal kesayangan itu.

Untuk menafkahi, membahagiakan dan mendidik buah hatinya, Agustina berprofesi sebagai terapis bekam. Namun penghasilan dari profesi ini tidak menentu bahkan untuk mencukupi kebutuhan dasar keluarga saja kerap kekurangan.

Selain ujian ekonomi belum teratasi, ujian hidup keluarga ini bertambah ketika sang ibu memutuskan hijrah berhijab sempurna dengan bercadar. Ia kerap menerima hinaan, cacian sebagai teroris dan pengucilan saudara dan kerabat.

Dengan kondisi ekonomi yang minus, Agustina sangat kesulitan untuk memenuhi biaya pendidikan Ayu. Saat ini Ayu sangat butuh dana sebesar 8 juta rupiah untuk melunasi uang pangkal (uang gedung sekolah), tunggakan SPP, biaya ulangan & ujian nasional, beli kacamata minus, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Setelah berbagai ikhtiarnya menemui jalan buntu, demi masa depan anak yatimnya, Ibu Agustina berharap uluran tangan dari para muhsinin untuk membantu meringankan beban biaya sekolah Ayu. Minimal Ayu bisa melanjutkan masuk sekolah tingkat Aliyah (SMA).

“Saya sangat berharap ada muhsinin yang mau membantu biaya masuk sekolah aliyah anak saya nanti. karena saya belum tentu bisa membiayai dengan pekerjaan saya yang tidak tentu ini,” ujarnya sambil berurai tangis.

INFAQ CERDAS UNTUK BEASISWA YATIM BERPRESTASI

Menuntut ilmu adalah identitas iman dan amalan mulia yang meninggikan derajat: “Sungguh Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat” (Qs Al-Mujadilah 11).

Rasulullah SAW menyebut para penuntut ilmu sebagai Pejuang di Jalan Allah (fisabilillah): “Barangsiapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang” (HR Tirmidzi).

Mari bantu program Infaq Cerdas untuk membantu biaya sekolah ananda Tazkiya Qurrota Ayyuni sampai tamat. Infak Cerdas ini bukan program biasa, melainkan program multimanfaat baik bagi donatur maupun yatim yang dibantu.

Selain memutus mata rantai kemiskinan dan memajukan generasi anak yatim ini, para muhsinin (donatur) membuka peluang masuk surga bersama Rasulullah SAW, sesuai dengan sabdanya:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، يُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ

“Aku dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti dua jari ini” (HR. Bukhari). Rasulullah bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya.

Donasi untuk membantu biaya kuliah ananda Tazkiya Qurrota Ayyuni bisa disalurkan dalam program INFAQ CERDAS IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  7. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 2.000 (dua ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.002.000,- Rp 502.000,- Rp 202.000,- Rp 102.000,- 52.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: infaqDakwahCenter.com.
  • Donasi disampaikan dalam bentuk pelunasan tagihan sekolah, beasiswa sekolah sampai tamat dan kebutuhan darurat lainnya.

BERITA TERKAIT: