COX’S BAZAR, (Panjimas.com) – Tatkala di usia kehamilan 4 bulan, Hunida bersama empat orang anaknya dan suami berhasil melarikan diri. Tanpa bekal makanan dan air yang cukup. Menembus liarnya hutan dan terjalnya jalan. Melombati batas negara, menggenggam asa seorang Rohingya.

Sebulan yang lalu, beberapa peluru menembus dinding rumahnya di Desa Tula Toli. Tak menyangka bahwa itu adalah untuk terakhir kali ia bermalam di tempat kelahirannya. Dia berlari menuju ke bukit, doa terhambur dari mulutnya. Dia melihat desanya dibakar. Hilang bersama dingin angin nan gelap yang melarutkan air mata dan amarah.

1 Oktober 2017. dr. Rosita Rivai atau yang akrab disapa dr. Ochi, seorang dokter perempuan pejuang kemanusiaan Dompet Dhuafa, memeriksa serta memberikan paket bantuan untuk menjaga kehamilan Hunida dan anak-anaknya agar terjaga sehatnya. Bantuan diberikan untuk puluhan pengungsi lainnya oleh segenap tim medis Indonesia Humanitarian Alliance di Coxs Bazar Bangladesh. 10 hari sudah dr. Ochi meninggalkan anak dan suami tercinta, demi menjalankan amanah tugas kemanusiaan #SaveRohingya.

“Saya masih tidak sanggup membayangkan bahwa saat itu Hunida yang kandungannya masih muda dan rentan gugur itu masih bisa berlari. Sekarang ia ada di hadapan saya, di dalam tenda Aksi Layanan Sehat. Sungguh, ia sosok wanita tangguh”. Cerita dr. Ochi di tengah aktifitasnya sebagai tim medis.

Pengungsi rohingya sebagian besar adalah kaum perempuan dan anak kecil. Tidak sedikit diantara mereka dalam kondisi hamil. Di ratusan tenda pengungsi, kerap mereka harus bertahan hidup dalam lapar. Berjuang menghadapi kenyataan bahwa kebahagiaannya terhempas dalam trauma. Fakta tersebut yang melandasi Dompet Dhuafa  mendistribusikan bentuk program bantuan yang fokus menjaga kualias hidup ibu hamil dan anak.

Bantuan kemanusiaan yang diamanahkan dari para donatur Dompet Dhuafa untuk Rohingya, telah dr. Ochi hantarkan. Ikhtiar dalam merangkul asa dan meringankan beban derita mereka. Rawat nurani untuk tetap membantu mereka dengan kemampuan terbaik yang kita miliki. Serta kuatkan doa untuk keselamatan para pejuang kemanusiaan dalam bertugas. [RN]