Istighfar Itu Akan Mendatangkan Rezki

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ

“Janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah.” [QS Yusuf: 87]

Kita telah tertipu oleh bisikan bahwa cita-cita adalah omong kosong dan bahwa banyak jalan kesuksesan itu adalah putus asa.

PANJIMAS.COM – Seorang wanita bercerita: “Suamiku meninggal dunia ketika aku berumur tiga puluh tahun. Aku memiliki lima orang putra putri. Setelah itu duniaku menjadi gelap. Aku selalu menangis sampai kering air mataku dan selalu menyesali nasibku. Aku menjadi orang yang berputus asa. Aku selalu dilanda kesedihan dan juga kegundahan dalam hidup. Putra-putriku masih kecil dan saya sama sekali tidak memiliki pendapatan yang memadai untuk hidup. Jalan yang saya tempuh adalah selalu menjual sedikit peninggalan yang sempat diwariskan oleh bapak anak-anak saya.

Suatu ketika aku masuk kamar untuk mendengarkan al- Qur’an dari radio. Ada seorang syaikh yang bertutur: Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan kesenangan dari setiap kesedihan dan jalan keluar dari setiap kegelisahan.’Setelah itu aku memperbanyak istighfar.

Demikian juga anak-anak, aku perintahkan mereka untuk melakukan hal yang sama. Hasilnya, tidak lebih dari enam bulan kami mendapatkan tawaran proyek untuk barang yang kam miliki dengan keuntungan uang berjuta-juta. Anakku yang pertama menjadi pelajar paling unggul di daerah kami. Dia menghafal al-Qur’an dengan sempurna. Karenanya, dia menjadi pusat perhatian. Rumah kami dipenuhi dengan anugerah kebaikan. Hidup kami menjadi lebih layak dan Allah telah memberi kebaikan pada putra-putriku. Tak ada lagi kesedihan kebingungan dan kegelisahan. Sejak saat itu aku merasa telah menjadi wanita yang paling bahagia.

Pencerahan: Jika engkau menyerahkan hidupmu kepada keputusasaan, maka engkau tidak akan tahu apa-apa dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan.

Doa Dapat Mencabut Malapetaka

إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.” [QS Yusuf: 87]

Terkadang Allah memberi nikmat lewat musibah yang dahsyat, dan menguji sebagian kaum dengan berbagai nikmat.

Saya memiliki seorang teman yang saleh dan selalu beribadah. Ia memiliki seorang isteri yang menderita penyakit kangker. Darinya ia memiliki tiga orang anak. Dunia tampak sedemikian sulit karena derita itu dan bumi seakan gelap dalam pandangan matanya.

Seorang ulama menasehatinya untuk melaksanakan shalat malam dan berdoa menjelang datangnya waktu shubuh dengan senantiasa melantunkan istighfar dan membacakan sesuatu pada air Zamzam demi sang isteri.

Ia selalu melakukan hal ini, kemudian Allah membukakan untuknya dalam doa. Isterinya mandi dengan air Zamzam disertai bacaan tadi. Ia duduk bersamanya dari shalat Fajar hingga terbitnya matahari dan dari waktu shalat Maghrib hingga waktu shalat Isya.

la selalu beristighfar dan berdoa, maka Allah pun mengabulkan permintaannya: ia sembuh, bugar kembali dan diberi yang lebih baik dan rambut yang lebih elok. Ia sembuh karena selalu bergantung pada istighfar dan shalat malam.

Mahasuci Allah yang telah menyembuhkan dan membuatnya bugar kembali. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada Pemelihara selain Dia.

Wahai saudariku, jika engkau sakit, bergegaslah kepada Allah. Perbanyaklah istighfar dan doa serta bertobatlah. Bergembiralah dengan apa yang menggembirakanmu. Sesungguhnya Allah Maha mengabulkan setiap permohonan, menghilangkan kesedihan dan keburukan. “Siapa yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesuliatan apabila ia berdoa kepada-Nya. (QS. An-Naml: 62)

Pencerahan: Perhatikan masa lalu dan masa depanmu. Hidup adalah ujian yang datang silih berganti, seseorang hendaknya mampu keluar dari ujian itu sebagai pemenang.

Jangan Putus Asa dan Patah Arang

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً

“Dia adalah Maha Penyayang terhadap orang orang beriman.” [QS. Al-Ahzab: 43]

Peristiwa-peristiwa tak mengenakkan yang menimpamu, itulah yang akan mengajarkanmu bagaimana menikmati anugerah.

Seorang ibu kehilangan anaknya karena dipenjara. Hanya itu yang ia miliki. Si ibu tak bisa tidur dan hari-harinya penuh dengan ratapan dan kepiluan. Kemudian Allah membimbingnya untuk mengucapkan, “Là haula wa là quwwata illa billah. (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuatan Allah). Diulang ulangnya kalimat agung itu, kalimat yang menjadi salah satu dari harta simpanan di surga.

Tidak lama berselang, ketika dia hampir putus asa, tiba-tiba si anak datang mengetuk pintu rumahnya. Wanita itu terkejut, berbaur bahagia dan senang. Ini adalah hasil dari kebergantungannya kepada Tuhan, memperbanyak doa dan berserah diri kepada Allah. Hendaknya kamu mengucapkan, “Là haula wa là quwwata illa billah.” Kalimat tersebut kalimat yang agung yang menyimpan rahasia kebahagiaan dan kemenangan.

Perbanyaklah membacanya. Buanglah kesedihan, kegalauan, kerisauan dengan membacanya. Bergembiralah dengan kebahagiaan dari Allah. Jangan engkau putus harapan atau mengalami kegagalan.

Tidak ada kesulitan kecuali beriringan dengan kemudahan. Itulah hukum kehidupan dan bagian dari kehidupan itu sendiri.

Berbaiksangkalah kepada Allah. Bertawakallah kepada-Nya. Mintalah apa yang ada pada-Nya dan tunggulah kemenangan dari-Nya.

Pencerahan: Jangan pernah menjadikan kesusahan dan kesedihanmu sebagai tema pembicaraan, karena dengan demikian engkau akan menjadikannya sebagai penghalang antara dirimu dan kebahagiaan.

(Dikutip dari buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia”
karya Syaikh Dr Aidh Al-Qarni)

[AW]