SOLO, (Panjimas.com) — Siswi SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta kembali torehkan prestasi gemilang, kali ini dalam kategori olahraga menembak.

Maheswari Parisya Putri, remaja 13 tahun siswi SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta itu berhasil menyabet gelar Juara 2 dalam Kejuaraan Nasional Menembak Kapolda Cup DIY level 2 tahun 2018 untuk kelas Non Certified Standart Division yang digelar di Mako Brimob Detasemen A Gondowulung, Yogyakarta, Sabtu-Ahad (28-29/07/2018) lalu.

Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengatakan bahwa memang benar salah satu siswinya bernama Maheswari Parisya Putri yang akrab dipanggil Risya berhasil menyabet juara 2 dalam Kejuaraan Nasional Menembak Kapolda Cup DIY level 2 tahun 2018 untuk kelas Non Certified Standart Division. Aryanto menambahkan bahwa sebelumnya Risya pun berhasil menyabet Juara 1 dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lomba Menembak Kapolda Metro Jaya Cup 1 di Jakarta pada Ahad (22/07/2018).

“Alhamdulillah siswa kami bernama Risya berhasil meraih juara dalam dua event Kejurnas Menembak di Kapolda Yogyakarta dan Kapolda Jakarta dalam rentang waktu dua minggu ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Mewakili pihak Sekolah, Aryanto mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang dicapai salah satu siswa yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta itu.

“Kami atas nama lembaga mendukung sepenuhnya potensi yang dimiliki siswa-siswa baik dari segi akademik maupun non akademik. Kami bangga atas prestasi yang diraih oleh Mbak Risya,” tukasnya.

Muslimah muda kelahiran Surakarta, 2 Mei 2005 ini bahkan mampu menyisihkan 140 peserta dalam event Kejuaraan Nasional Tembak Reaksi Kapolda Cup DIY level 2 tahun 2018 untuk kelas Non Certified Standart Division yang diselenggarakan dalam dua hari Sabtu dan Ahad lalu itu.

Risya mampu menyelesaikan 6 stage dengan baik. Per Stage terbagi atas 3 short stage, 2 medium stage, dan 1 long stage. Tentunya masing-masing stage memiliki tingkat kesulitan masing-masing.

Muslimah Muhamadiyah PK ini pun mampu bersaing dengan peserta dewasa dan junior baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini membuat Risya akhirnya menyabet juara dua dalam event bergengsi tersebut.

Tidaklah mudah bagi putri bungsu dari Didik Prasetyo dan Tika Kusumo ini meraih juara dalam ajang bergengsi tersebut. Muslimah muda yang mengaku suka terhadap tantangan tersebut harus meluangkan waktu untuk berlatih di Klub Solo Speed Shooter setiap pekan. Selain itu, Risya pun memanfaatkan waktu luang di rumah untuk melatih kecepatan dengan lari sprint dan melatih akurasi tembakan. Akurasi tembakan dan kecepatan lari inilah yang menjadi andalan Risya untuk menyabet berbagai juara menembak.

“Kiat bisa menang adalah melatih akurasi tembakan dan kecepatan lari secara giat,” kisahnya.

Tidak lupa rig set, pistol, peluru, green gas, dan magazine pistol selalu disiapkan dengan baik untuk latihan dan mengikuti perlombaan. Dalam perlombaan pun harus memperhatikan aturan-aturan poin seperti cara memegang pistol, pergerakan kaki ketika di stage, dan ketepatan sasaran dalam stage.

Remaja Muslimah berusia 13 tahun ini pun tidak memiliki cita-cita menjadi polisi atau tentara, tetapi ia ingin menjadi desainer professional. Ia pun mengaku belajar menembak banyak memberikan manfaat bagi dirinya seperti melatih fokus, kontrol emosi, olahraga, dan tentunya menambah teman. Dirinya pun berharap kemampuannya bisa naik level dari air soft gun ke level senjata api.[IZ]