(Panjimas.com) – Manusia nggak mungkin lepas dari rasa cinta. Apalagi anak muda, baru dengar kata ‘cinta’ aja langsung muncul “guruh” di dada. Anak muda suka banget ngobrolin cinta. Di sekolah dan kampus sering diadakan seminar tentang cinta.

Cinta adalah rasa yang tumbuh dari hati. Berupa kecenderungan rasa ingin selalu melakukan dan memberi yang terbaik buat yang dicintai. Cinta sering kali mengabaikan hitungan angka, cuek sama logika. Dan nggak jarang, cinta keluar dari etika.

Cinta yang sempurna adalah cinta yang berbalas, mencintai sekaligus dicintai. Sangat menyakitkan kalo cinta nggak terbalas, dan kenyataan itu banyak dialami oleh muda-mudi. Bila cinta nggak terbalas, bisa jadi sasarannya memang salah. Bukan yang itu, tapi yang lain. So, jangan sedih berlarut-larut bila cintamu ditolak, cari aja cinta yang lain!

Dalam hidup ini ada satu cinta yang nggak mungkin nggak berbalas, pasti dibalas. Dibalas dengan cinta tiada tara. Tapi, banyak anak muda yang nggak mau memilihnya, karena setan telah mengelabuinya. Setan bilang kalo cinta yang ini nggak menyenangkan.

Cinta yang nggak mungkin nggak berbalas adalah cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Cinta yang ditujukan padaNya bisa diwujudkan dalam banyak cara. Salah satu caranya akan disampaikan di sini.

Adalah memanah. Memanah dengan panah cinta demi mendapatkan cintaNya. Panah cinta sama aja dengan panah biasa, terdiri dari busur dan anak panah. Pembedanya cuma terletak pada hati si pemanah: apa tujuan ia memanah?

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah. Yakni orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah, dan orang yang memanahkannya di jalan Allah. Maka berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah, maka itu lebih baik.” (Hr. Ahmad).

Panah cinta adalah panah yang digunakan dengan tujuan kebaikan. Di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, panah merupakan sebuah alat penting dalam kehidupan. Panah digunakan sebagai senjata perang melawan kaum kafir yang selalu menghalangi ditegakkannya kebenaran. Panah dan keahlian memanah adalah salah satu kekuatan penting yang sejak dini harus dipersiapkan.

“Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (Hr. Abu Dawud).

Begitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan makna surat al-Anfal: 60. Bahwa al-quwah (kekuatan) yang disebut oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat itu salah satunya yang sangat penting adalah keahlian memanah.

Untuk saat ini, memanah tetap menjadi kekuatan penting. Ia jadi sarana menguatkan fisik dan mental manusia. Memanah bermanfaat sebagai olahraga. Olahraga memanah nggak cuma melatih kekuatan fisik, ia juga melatih kecerdasan emosi. Posisi badan yang harus seimbang saat memanah, melatih orang bersikap tenang dan mengelola emosi. Gelisah, marah, tidak sabar; bikin panah cinta nggak tepat sasaran. Perasaan-perasaan negatif yang tumbuh sebagai respon bisikan setan, bikin mata panah melenceng dari sasaran.

Pemanah harus mengelola hatinya, senantiasa zikir kepadaNya. Keikhlasan hati dan kesadaran meneladani sunah Nabi membuat olahraga memanah mendatangkan barakah dan cintaNya.

Selamat memanah dan menggapai cintaNya!

Wallahu a’lam. [IB]