BEKASI (Panjimas.com) – Mungkin diantara ikhwan ada yang pernah mengalami, bagaimana rasanya ditolak oleh akhwat saat ta’aruf.

Seolah tak percaya, hati gundah gulana, gelisah dan berbagai perasaan tak karuan lainnya. Apalagi, jika sang akhwat ternyata akhirnya dipersunting oleh ikhwan lain. Hati sang ikhwan yang ditolak mungkin terasa remuk redam, kesal bercampur cemburu.

Apa pun perasaan itu, sebagai pemuda yang beriman, tentu harus bisa meredamnya. Lantas bagaimana cara kita mengikhlaskannya? Berikut ini nasihat Ustadz Abdul Somad selengkapnya.