JAKARTA (Panjimas.com) – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr M Amien Rais, MA, merespon gerakan masyarakat yang belakangan ini mengampanyekan #2019GantiPresiden.

Menurut Amien Rais, cara yang paling baik memperbaiki kondisi negeri yaitu dilakukan pergantian pimpinan. Hal itu disampaikan Amien Rais saat menjadi pembicara dalam Tabligh Akbar Perjuangan Umat Islam yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanah Abang I, di Masjid Al Istiqomah wa Hayatuddin, di Jl Mas Mansyur No. 57, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Dulu waktu saya ke sini 20 tahun yang lalu –sudah lama sekali– dalam awal masa reformasi itu ada semacam pengertian bersama  di kalangan sebagaian besar anak bangsa. Bahwa kalau mau reformasi itu harus ada suksesi, jadi suksesi kemudian baru reformasi. Jadi ganti dulu pemimpinnya, presidennya, baru kemudian langkah-langkah perbaikan, seperti kita lihat sekarang ini,” kata Amien Rais di hadapan ratusan kaum Muslimin yang hadir, Kamis (5/4/2018).

Lebih lanjut, Amien mengungkapkan bahwa tak perlu menunggu waktu lama untuk melaksanakan suksesi. Namun semua hal yang ditempuh tentu saja harus sesuai konstitusi.

“Nah sepertinya sejarah berulang kembali, kita perlu suksesi, nggak usah nunggu sekalian puluh tahun, Pak Harto 30 tahun baru suksesi, nanti saya kira cukup 5 tahun saja,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Amien Rais mendukung bila ada gerakan yang hendak memperjuangkan di masa Pilpres tahun 2019 mendatang untuk mengganti presiden.

“Saya melihat sekarang ini di berbagai tempat, anak-anak muda di kota-kota di kampus-kampus, di kelas menengah, bahkan mulai masuk ke desa-desa itu semboyannya ‘ganti presiden!’ dalam demokrasi ini boleh… leh… leh… leh… jadi ini bukan subversi,” tandasnya. [AW]