JAKARTA, (Panjimas.com) – Ditemukannya kasus pemurtadan saat musibah gempa Lombok beberapa waktu yang lalu oleh kelompok misionaris membuat kecewa semua pihak. Musibah bencana disalahgunakan untuk kepentingan golongan.

Dan hal ini terjadi tidak sekali dua kali namun berkali-kali saat ada musibah melanda. Untuk menyikapi hal itu diperlukan sebuah kiat agar dapat menanggulangi aksi pemurtadan di daerah bencana.

Berikut adalah tips yang disampaikan oleh Ustadz Abu Deedat Syihab, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat.

Pertama, harus ada kehati hatian terhadap LSM atau ormas salah satunya dengan dokumentasi dan pengumpulan data jika itu disinyalir ada.

“Kedua, silahkan direkam namun rekaman video tidak perlu diupload karena akan menimbulkan masalah namun cukup diberikan ke MUI atau lembaga-lembaga Islam yang berwenang.” Ujar Ustadz Abu Deedat, Senin, (7/10).

Selanjutnya adalah dilakukan identifikasi terhadap orang-orang yang diduga melakukan kritenisasi dan juga lembaganya.

Terakhir Ustadz Abu Deedat berpesan agar pemeluk agama lain bisa menghormati orang yang sudah mempunyai keyakinan.

“Kode etik dalam penyiaran agama sudah ada maka jagan lagi ditambah persoalan yang menyebabkan gesekan masyarakat.” Pungkasnya. [RN]