BEKASI (Panjimas) – Dalam sebuah Tabligh Akbar “Damailah Bekasi”, Solidaritas Keluarga Korban Anarklisme , di Masjid Nurul, Islamic Center Bekasi, Jawa Barat (13/8), Tokoh Bekasi Damin Sada Asegap mengaku prihatin atas tragedi yang menimpa almarhum Muhammad Al Zahra alias Zoya hingga tewas di Babelan, Bekasi, beberapa waktu lalu.

“Babelan dan Kampung Gabus itu wilayah yang berdekatan. Karena itu saya sebagai orang asli Gabus, Bekasi, merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Terkait proses hukum, kita serahkan pada pihak berwajib. Patut disyukuri, pihak berwajib telah menangkap lima pelaku penganiayaan yang menewaskan Zoya,” kata Panglima SIJAB – Jawa Bekasi, Damin Sada.

Damin Sada mengatakan, sebagai masyarakat Bekasi yang peduli pada sesama, hendaknya kita memfokuskan untuk peduli dengan keluarga korban.

Dalam Tabligh Akbar tersebut, hadir sebagai narasumber, Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA (Direktur Islamic Center Al-Islam Bekasi &Pembina IDC), dan kuasa hukum almarhum Zoya, Abdul Chalim SH. Acara tersebut dimoderatori oleh Ustadz H. Badru Tamam.

Damin menduga, penyebab masyarakat main hakim sendiri, boleh jadi di wilayah tersebut, sebelumnya sering terjadi kehilangan motor. Masyarakat nampak emosional, ketika yang hilang barang milik musholla.

“Penyebab main hakim sendiri, karena masyarakat tidak tahu aturan hukum yang berlaku. Kita berharap, jangan sampe kejadian ini menyebabkan orang diluar Bekasi, punya anggapan, bahwa orang Bekasi itu kejam. Bagaimanapun tindak main hakim sendiri, tidak dibenarkan secara hukum, apalagi agama,” ungkap Damin Sada.

Damin Sada berpesan, membela Islam bukan hanya tugas kiai saja, tapi tugas kita semua. Katakanlah kebenaran walaupun pahit, “Jangan, sudah tidak membela Islam, ketika mati pengennya dishalatkan.” (yan/des)